INFOPBGSPORT, Semarang - Peluang PSIS Semarang untuk keluar dari zona degradasi Pegadaian Championship Grup Timur semakin terbuka setelah kemenangan penting atas Deltras Sidoarjo. Hasil 1-0 di Stadion Gelora Delta, Minggu (22/2/2026), bukan sekadar tambahan tiga poin, tetapi juga menandai perubahan mental yang mulai terasa di tubuh Mahesa Jenar.
Di papan klasemen, PSIS memang masih berada di peringkat kesembilan, zona yang identik dengan ancaman turun kasta. Namun jarak dengan Persiba Balikpapan di batas aman kini hanya terpaut satu angka. Selisih tipis tersebut membuat persaingan semakin dinamis dan membuka ruang realistis bagi PSIS untuk segera keluar dari tekanan.
Perubahan Mental Jadi Fondasi Kebangkitan
Dalam kompetisi seketat Liga 2, kebangkitan tim tidak selalu diawali perubahan taktik besar. Sering kali, transformasi mental menjadi titik tolak utama. Situasi itu mulai terlihat dalam skuad PSIS.
Kemenangan tandang di Sidoarjo menunjukkan pergeseran karakter permainan dari tim yang sebelumnya bermain dengan beban, menjadi skuad yang lebih berani dan disiplin hingga menit akhir. Perubahan mental semacam ini kerap menjadi awal kebangkitan klub-klub yang sempat terpuruk di fase awal musim.
Atmosfer positif di ruang ganti menjadi modal penting untuk menghadapi laga-laga berikutnya yang masih menentukan nasib mereka di Grup Timur.
Raffinha dan Identitas Baru Lini Serang
Kehadiran penyerang Brasil, Raffinha, yang dipinjam dari PSIM Yogyakarta, membawa warna berbeda dalam pola serangan Mahesa Jenar. Ia tidak hanya menawarkan kualitas teknis, tetapi juga ketenangan dalam momen krusial, unsur yang sebelumnya kerap menjadi persoalan bagi PSIS.
Gol penalti ke gawang Deltras menjadi simbol awal kontribusinya. Di tengah tekanan suporter tuan rumah, Raffinha tampil tanpa gestur berlebihan, menuntaskan eksekusi dengan presisi, dan memastikan kemenangan tetap berada di tangan tim tamu.
Dalam sepak bola modern, peran striker tidak lagi terbatas sebagai pencetak gol. Ia juga menjadi pusat gravitasi serangan sekaligus sumber kepercayaan tim. Indikasi tersebut mulai terlihat pada sosok Raffinha. Rekan-rekannya tampak bermain lebih yakin, seolah memiliki titik akhir serangan yang jelas dan figur yang siap memikul tanggung jawab ketika situasi genting.
Jalan Masih Panjang, Arah Sudah Berubah
Musim Liga 2 masih menyisakan sejumlah pertandingan krusial. Ancaman degradasi belum sepenuhnya sirna. Namun, arah perjalanan PSIS kini menunjukkan perubahan yang signifikan.
Jika konsistensi performa mampu dijaga, baik dari sisi organisasi permainan maupun stabilitas mental, peluang keluar dari zona merah hanya tinggal menunggu waktu. Bahkan, bukan tidak mungkin Mahesa Jenar perlahan merangkak menuju papan tengah klasemen, melampaui ekspektasi sebagian pengamat.
Liga 2 kerap menghadirkan kisah kebangkitan tak terduga. Tim yang sempat terbenam di awal musim bisa melesat ketika menemukan ritme dan kepercayaan diri. PSIS saat ini berada di persimpangan tersebut.
Kemenangan di Sidoarjo mungkin tampak sederhana di atas kertas. Namun bagi PSIS Semarang, hasil itu terasa seperti fondasi cerita baru tentang tim yang memilih bangkit, menjaga keyakinan, dan percaya bahwa keluar dari zona degradasi bukan lagi soal kemungkinan, melainkan momentum yang sedang dibangun.

