INFOPBG, PURBALINGGA - Hujan dengan intesitas tinggi yang disertai angin terjadi di purbalingga sejak sabtu (12/12) kurang lebih pukul 14.30 WIB menyebabkan beberapa pohon diantaranya pohon klapa, duren, albasi, dapuran bambu dan menutup akses jalan serta menimpa rumah warga.
Ada tiga rumah warga yang tertimpa yang berada di Desa Arenan RT 01/01, RT 02/01 dan RT 01/03 Kadus 1 Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga yaitu rumah milik Bapak Daryanto (49) RT 01/01 mengalami rusak ringan serta Bapak Narso (45) mengalami rusak sedang. Di Rt 01/03 Rumah milik bapak Misro (40) mengalami rusak ringan. Sedangkan di RT 02/01 rumah milik bapak Sahri (55) juga mengalami rusak ringan. Bersyukur didalam kejadian ini tidak ada korban jiwa.
BPBD Purbalingga mendapat laporan dari kades setempat langsung menindak lanjuti dan mendatangi TKP. BPBD melakukan evakuasi berlangsung kurang lebih mulai pukul 18.30 WIB hingga 23.15 WIB dan evakuasi berjalan lancar. Pukul 23.15 WIB pohon telah selesai di evakuasi dengan total kerugian semua ditaksir kurang lebih Rp. 5.000.000
Dalam kejadian pohon tumbang ini selain BPBD Purbalingga juga melibatkan MDMC, BANSER, BABINSA dan PRAMUKA PEDULI.
Di tempat lain tepatnya di Kelurahan Kembaran Kulon RT 02/03 Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga milih warga atas nama Kholisah (77) mengalami longsor pda bagian teras rumahnya. kejadian itu bermula sekitar pukul 17.45 WIB Wati salah satu anak Kholisah mendengar suara seperti patahan benda keras dari arah rumahnya. Setelah di cek, sebagian pondasi depan rumahnya telah longsor dan masih ada sebagian yang menggantung.
Setelah itu, Watiminta tolong kepada tetangganya kemudian dilanjutan melaporkan kejadian ini kepada Babinsa Kelurahan Kembaran Kulon Serma Imam Apriyadi.
Segera babinsa turun mengecek lokasi kejadian dan meminta warga segera gotong royong membantu membuat dan memasang penahan atap sementara menggunakan bambu.
Babinsa Serma Apriyadi mengungkapkan rumah milik Kholisah yang berukuran 8m x 10m adalah rumah permanen dari tembok, namun bagian tembok depan rumahnya retak karena sebagian pandasinya telah longsor akibat hujan. hal ini juga dipicu akibat rumah ini dibangun diatas tanah urugan yang dulunya bekas tempat pembuangan sampah sehingga tanah labil ketika terkena hujan yang terus-menerus. Dari kejadian ini tidak ada korban jiwa namun kerugian materi ditaksir mencapai Rp. 5 Juta.
Ia menambahkan, Menyikapi fenomena alam yang terjadi diharapkan masyarakat waspada terhadap segala kemungkinan bencana yang dapat terjadi dimusim penghujan ini.


