google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E
Bencana Akibat hujan lebat di Kecamatan Rembang google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E -->

Menu Atas

Advertisement

Link Banner

Peta Covid

Bencana Akibat hujan lebat di Kecamatan Rembang

Senin, 14 Desember 2020

 



INFOPBG, PURBALINGGA - Sejak hari Sabtu (12/12/2020) hujan deras mengguyur Purbalingga. Akibatnya ada lima titik bencana yang terjadi di Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga. Kapten Arm Kadi Suryanto, Danramiml 13/ Rembang mengkonfirmasi pada hari Minggu (13/12/2020) bahwa hujan berintensitas tinggi yang mengguyur di Kecamatan Rembang menyebabkan beberapa titik bencana alam. 

Babinsa dan perangkat desa di wilayah melaporkan saat ini terpantau ada 5 kejadian bencana yang terjadi. Dan beruntung tidak ada korban jiwa di 5 titik wilayah Kecamatan Rembang. Namun, kurigan di taksir mencapai ratusan juta rupiah.

Bencana yang terjadi di Desa Wlahar ada satu rumah warga yaitu milik Suwandi (60) mengalami kerusakan karena tertimpa pohon kelapa. Bukan hanya itu, jalan alternatif penghubung antar dusun amblas akibat tanah bergerak. 

Di Desa Bodaskarangjati jalan penghubung antar dua desapun ambalas,. Satu rumah warga milik Tri Setyaningsih di wilayah RT 1 RW 1 mengalami rusak berat bahkan nyaris roboh. Beruntung saat kejadian rumah tersebut dalam keadaan kosong karena pemiliknya bekerja di luar negeri menjadi TKI.

Di wilayah Desa Makam RT 4 RW 1  juga mengalami bencana banjir. Banjir yang terjadi akibat saluan air tersumbat sehingga debit air meninggi dan menggenang 8 rumah warga. Saalh satu penanganan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dengan membuat garis polisi karena nyaris roboh. Hal ini digunakan untuk mencegah orang beraktivitas di sekitar rumah. karena dikhawatirkan rumah akan roboh sewaktu - waktu.

Dilokasi lain babinsa juga tururt aktif memberikan imbauan kepada warga setempat untuk lebih waspada terhadap bencana- bencana yang saat ini sering tiba-tiba terjadi. mengingat intensitas hujan yang masih tinggi.