Mengejutkan! 8.691 Anak di Purbalingga Putus Sekolah, Pemkab Gelontorkan Miliaran untuk Selamatkan Generasi Emas -->

Menu Atas

Advertisement

Link Banner

Peta Covid

Mengejutkan! 8.691 Anak di Purbalingga Putus Sekolah, Pemkab Gelontorkan Miliaran untuk Selamatkan Generasi Emas

Sabtu, 16 Agustus 2025


INFOPBG.COM, PURBALINGGA – Masalah Anak Tidak Sekolah (ATS) masih menjadi momok serius di Kabupaten Purbalingga. Data Dashboard ATS 2024 mencatat, ada 8.691 anak dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga pendidikan kesetaraan, yang tidak lagi mengenyam bangku sekolah.

Jumlah yang fantastis ini bukan sekadar angka. Di baliknya, tersimpan kisah miris generasi muda yang terhenti mimpinya akibat berbagai faktor.

Pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Untung Sugiharto, mengungkapkan penyebab ATS sangat beragam—mulai dari ekonomi keluarga yang terpuruk, pernikahan usia dini, keterbatasan akses ke sekolah, hingga rendahnya motivasi belajar.

> “Kondisi ini berdampak langsung pada masa depan generasi muda, sekaligus memengaruhi pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah,” tegasnya, Jumat, 15 Agustus 2025.

Jawaban Pemkab: Program PAPA

Menjawab tantangan ini, Dindikbud Purbalingga meluncurkan Program Anak Usia Sekolah Tidak Sekolah (PAPA).

Program ini tidak hanya berupaya mengembalikan anak ke pendidikan formal dan nonformal, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan praktis agar mandiri dan siap menghadapi masa depan.

“Dengan layanan pendidikan yang terjangkau, relevan, dan berbasis kebutuhan anak serta wilayah, kami berkomitmen memastikan tidak ada lagi anak Purbalingga yang kehilangan hak pendidikannya,” ujar Untung.

Dukung dengan Anggaran Fantastis

Pada tahap pertama, Pemkab Purbalingga menggelontorkan anggaran Rp 1,247 miliar. Setiap anak ATS mendapatkan bantuan Rp 450 ribu hingga Rp 1,5 juta.

Kebijakan ini diharapkan mampu menekan berbagai faktor penghambat, mulai dari jarak tempuh, keterbatasan ekonomi, hingga lemahnya motivasi belajar.

> “Anak-anak yang ikut program PAPA merasa terbantu dan semakin sadar bahwa pendidikan itu penting. Dampaknya jelas: masa depan mereka lebih cerah dan berpendidikan,” tambahnya.

Dengan langkah berani ini, Purbalingga menegaskan tekadnya: tak boleh ada satu pun anak yang ditinggalkan dari pendidikan!