google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E
Pameran “Tata Titi Peranti” Hidupkan Suasana Belajar di Museum Soegarda Poerbakawatja Purbalingga -->

Menu Atas

Advertisement

Link Banner

Peta Covid

Pameran “Tata Titi Peranti” Hidupkan Suasana Belajar di Museum Soegarda Poerbakawatja Purbalingga

Kamis, 27 November 2025

(Aktifitas di Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja, Dok. Serayunews/Joko Santoso)

INFOPBG.COM, PURBALINGGA - Kegiatan Belajar di Museum di Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja Purbalingga semakin semarak dengan hadirnya pameran temporer bertajuk “Tata Titi Peranti”. Pameran ini menyoroti berbagai peranti kebudayaan yang termasuk dalam Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Kabupaten Purbalingga, dan berhasil menarik perhatian para pengunjung.

Pengelola museum, Anita Ika Cahyani, menyampaikan bahwa pameran ini memberikan ruang edukatif sekaligus memperkaya wawasan pengunjung mengenai ragam budaya lokal.

“Melalui pameran ini, pengunjung bisa melihat langsung berbagai peranti budaya yang selama ini mungkin hanya mereka dengar namanya. Ini menambah khasanah pengetahuan tentang kebudayaan Purbalingga,” ujarnya.

Koleksi Bertambah lewat Hibah Mebelair Bersejarah

Museum Soegarda Poerbakawatja kembali memperkaya koleksinya melalui hibah mebelair milik Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja yang selama ini disimpan di Jakarta. Hibah tersebut diserahkan langsung oleh putra beliau, Budhi Sugarda, pada Rabu (26/11/2025).

Mebelair bermotif Leo atau Singa, yang menjadi bagian dari hibah tersebut, memiliki nilai historis tinggi.

“Mebel motif Leo ini hanya dibuat dua set di Indonesia pada sekitar tahun 1950. Salah satunya merupakan milik keluarga kami,” ujar Budhi saat penyerahan koleksi.

Dengan tambahan ini, jumlah koleksi museum yang berada di kompleks Pendopo Dipokusumo terus bertambah.

Anita Cahyani menjelaskan, Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja kini memiliki 1.302 koleksi yang mencakup 10 kategori, antara lain: arkeologi, biologika, historika, geologika, etnografika, seni rupa, teknologika, keramologika, numismatika, dan heraldika.

Wayang Suket Memukau Ratusan Pengunjung

Selain pameran, museum juga menghadirkan pementasan Wayang Suket yang digelar di pelataran museum. Pertunjukan berdurasi sekitar 40 menit itu dibawakan oleh dalang muda asal Kecamatan Rembang, Purbalingga, Ki Lalang Jazmul Qolbi (18), dengan lakon “Pandawa Sumunar”.

Aksi Ki Lalang yang dikenal sebagai dalang wayang kulit namun juga mahir memainkan wayang suket berhasil menyedot perhatian ratusan penonton. Di antaranya turut hadir sekitar 60 guru Bahasa Jawa tingkat SMP yang tergabung dalam MGMP Bahasa Jawa Kabupaten Purbalingga, dipimpin oleh Ketua MGMP Arif Restiyadi, S.Pd., serta Bina Damping MGMP Drs. Haryono.

Kisah “Pandawa Sumunar” menggambarkan kejayaan Ngamarta di bawah kepemimpinan Puntadewa, yang kemudian mendapat wejangan dari Semar agar pemerintahan lebih tertata, menjauhi praktik korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), serta mengutamakan kesejahteraan rakyat.

“Nasihat Semar itu tetap relevan untuk para pemimpin masa sekarang,” tegas Ki Lalang.

sumber https://serayunews.com/pameran-temporer-tata-titi-peranti-semarakkan-belajar-di-museum-soegarda-poerbakawatja