INFOPBG.COM, MAYUH NGAJI - Bulan Rajab 1447 Hijriah akan segera berakhir. Pada penghujung bulan ini, umat Islam akan menjumpai Jumat terakhir Rajab yang bertepatan dengan 27 Rajab, sebuah tanggal yang sering dikaitkan dengan berbagai keutamaan dan amalan tertentu.
Momen ini kerap menjadi perhatian masyarakat Muslim karena berdekatan dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Namun demikian, penting untuk memahami bahwa tidak semua amalan yang beredar di masyarakat memiliki dasar hadits sahih. Oleh karena itu, umat Islam perlu bersikap bijak agar tidak menganggap amalan tertentu sebagai kewajiban atau sunnah yang pasti tanpa landasan yang kuat.
Kapan Jumat Terakhir Rajab 2026?
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Jumat terakhir bulan Rajab 1447 H jatuh pada:
Jumat, 16 Januari 2026,
bertepatan dengan 27 Rajab 1447 H
Tanggal tersebut juga dikenal sebagai waktu peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, peristiwa besar dalam sejarah Islam.
Keutamaan Hari Jumat dan Malam 27 Rajab
Dalam literatur klasik Islam, hari Jumat dan malam Isra Mikraj termasuk waktu yang memiliki nilai keutamaan. Ulama besar, Imam Al-Ghazali, dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, memasukkan hari Jumat sebagai salah satu hari paling utama sepanjang tahun. Sementara malam Isra Mikraj disebut sebagai malam yang dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh.
Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa waktu-waktu istimewa tersebut merupakan “masa terbaik untuk beramal dan meraih keuntungan akhirat”. Kelalaian dalam memanfaatkannya dinilai sebagai kerugian spiritual bagi seorang hamba.
Jumat sebagai Penghulu Segala Hari
Hari Jumat dikenal sebagai sayyidul ayyam atau penghulu seluruh hari. Keutamaannya bahkan disebut lebih agung dibandingkan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Keistimewaan ini merupakan bentuk pemuliaan Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad SAW yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya.
Imam Syafi’i dan Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadits dari Sahabat Sa’ad bin ‘Ubadah yang menjelaskan kemuliaan hari Jumat. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa:
- Hari Jumat adalah hari paling mulia di sisi Allah
- Pada hari Jumat Nabi Adam AS diciptakan, diturunkan ke bumi, dan wafat
- Terdapat satu waktu mustajab untuk berdoa
- Hari kiamat kelak juga terjadi pada hari Jumat
Tidak Ada Amalan Wajib Khusus
Meski memiliki keutamaan, para ulama menegaskan tidak ada amalan ibadah khusus yang diwajibkan secara syariat pada Jumat terakhir bulan Rajab atau tanggal 27 Rajab. Umat Islam dianjurkan memperbanyak amal secara umum seperti:
- Shalat sunnah
- Membaca Al-Qur’an
- Dzikir dan doa
- Bershalawat kepada Nabi
- Memperbanyak istighfar dan sedekah
Kesimpulan
Jumat terakhir bulan Rajab yang bertepatan dengan 27 Rajab 1447 H memang memiliki nilai historis dan spiritual. Namun, umat Islam dianjurkan untuk memaknai momen ini dengan memperbanyak amal secara umum, tanpa meyakini adanya ibadah khusus yang bersifat wajib atau sunnah muakkadah kecuali yang telah memiliki dalil sahih.
Dengan pemahaman yang tepat, ibadah yang dilakukan menjadi lebih lurus, tenang, dan sesuai tuntunan syariat.

