INFOPBG.COM, PURWOKERTO - Video yang memperlihatkan dugaan aksi kekerasan terhadap seorang remaja di Lapangan Desa Pasiraman Kidul, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, ramai diperbincangkan di media sosial, salah satunya di Akun instagram @infojogjane. Menanggapi viralnya tayangan tersebut, jajaran Polresta Banyumas bergerak cepat melakukan penelusuran guna memastikan fakta yang terjadi di lapangan.
Peristiwa itu diketahui berlangsung pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Aparat dari Polsek Pekuncen bersama unit terkait segera mendatangi lokasi serta mengidentifikasi korban dan pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Petrus Silalahi, menjelaskan bahwa pihak kepolisian langsung melakukan klarifikasi setelah video beredar luas di media sosial. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan untuk memperoleh gambaran utuh terkait kejadian tersebut.
“Begitu video viral, kami segera melakukan penelusuran dan memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak untuk mencari solusi terbaik,” ungkapnya.
Kronologi Singkat Kejadian
Berdasarkan hasil pendalaman, insiden tersebut melibatkan seorang pelajar berinisial KKA. Ia diduga mengalami pemukulan di bagian belakang kepala saat berada di lokasi bersama rekannya.
Untuk mencegah potensi konflik yang lebih luas, pihak kepolisian menginisiasi proses mediasi dengan menghadirkan orang tua dari kedua belah pihak serta perangkat desa setempat. Langkah ini ditempuh sebagai bentuk penyelesaian yang mengedepankan musyawarah dan pendekatan kekeluargaan.
Hasilnya, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara damai. Korban juga menyatakan tidak akan melanjutkan kasus ini ke ranah hukum.
“Melalui mediasi yang kami fasilitasi, telah tercapai kesepakatan bersama. Kedua belah pihak sepakat berdamai dan berkomitmen untuk tidak memperpanjang permasalahan,” jelas Kapolresta.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan bersama sebagai bentuk komitmen agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Kapolresta juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia mengajak seluruh warga untuk mengedepankan komunikasi, klarifikasi, dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan, demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di wilayah Banyumas.

