google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E
Enam Buruh Tani Tersambar Petir di Banyumas, Satu Orang Meninggal Dunia google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E -->

Menu Atas

Advertisement

Link Banner

Peta Covid

Enam Buruh Tani Tersambar Petir di Banyumas, Satu Orang Meninggal Dunia

Selasa, 03 Februari 2026


INFOPBG.COM, Banyumas - Musibah sambaran petir menimpa enam buruh tani yang sedang bekerja di wilayah Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Minggu (1/2/2026). Dalam peristiwa tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lima lainnya harus mendapatkan perawatan medis.

Kejadian berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB saat hujan deras mengguyur kawasan kebun cabai milik warga bernama Sugiyanto. Karena cuaca memburuk disertai kilatan petir, para buruh tani memilih berteduh di sebuah gubuk yang berada di area kebun.

Kapolsek Sumbang AKP Basuki menjelaskan, petir tiba-tiba menyambar gubuk tempat para korban berlindung sehingga seluruh buruh yang berada di dalamnya ikut terdampak.

“Petir menyambar langsung ke lokasi gubuk saat keenam korban sedang berteduh akibat hujan lebat,” ujar Basuki dalam keterangannya.

Akibat sambaran tersebut, seorang buruh tani bernama Tutur Tinarso (47), warga setempat, dinyatakan meninggal dunia. Korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka bakar di bagian dada dan dinyatakan meninggal sebelum sempat mendapatkan penanganan di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto.

Sementara itu, lima korban lainnya yakni Kartum (49), Sulam (41), Misrun (57), Komari (51), dan Roni Ahmadi (33) mengalami berbagai keluhan mulai dari luka bakar ringan, sakit kepala, mual, menggigil, hingga kelemahan pada anggota tubuh.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera meminta bantuan. Proses evakuasi dilakukan bersama Babinsa dengan menggunakan tandu. Para korban sempat dibawa ke Puskesmas II Sumbang sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Margono Soekarjo karena keterbatasan fasilitas medis.

Basuki merinci kondisi korban, di antaranya Sulam yang mengalami kelemahan pada tangan kanan dan kedua kaki, Komari mengalami kelemahan pada kaki tanpa luka bakar, sementara Roni sempat pingsan dan mengeluh mual serta menggigil. Kartum mengalami luka bakar ringan di bagian siku dan pergelangan tangan, sedangkan Misrun dalam kondisi sadar dengan keluhan pusing.

Selain korban jiwa, insiden tersebut juga menyebabkan kerusakan pada satu unit telepon genggam milik korban meninggal yang dilaporkan gosong akibat sambaran petir.

Pihak keluarga korban telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menyatakan tidak menghendaki dilakukan autopsi. Polisi memastikan kejadian tersebut murni disebabkan faktor cuaca ekstrem.

“Peristiwa terjadi akibat hujan deras disertai petir. Terdapat dugaan sambaran dipicu oleh perangkat ponsel yang dibawa salah satu korban,” pungkas Basuki.