INFOPBG.COM, BANYUMAS - Peristiwa kekerasan yang diduga melibatkan sejumlah remaja terjadi di wilayah Sokaraja, Kabupaten Banyumas, pada Minggu dini hari (1/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Kejadian tersebut berlangsung di sekitar kawasan Toko Eka Sari dan berujung pada meninggalnya seorang pelajar.
Korban diketahui berinisial FYP (15), seorang siswa kelas IX di salah satu SMP negeri di Purwokerto. Korban sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, namun nyawanya tidak tertolong. Berdasarkan informasi yang beredar, korban merupakan putra dari seorang pengemudi ambulans.
Seiring dengan mencuatnya kasus ini, media sosial diramaikan oleh dugaan keterlibatan kelompok remaja yang kerap disebut sebagai “geng”. Namun, sejumlah pihak menilai penyebutan istilah gengster kurang tepat, karena perilaku tersebut lebih mengarah pada aksi kenakalan remaja yang bersifat spontan dan tidak terorganisasi layaknya kelompok kriminal.
Informasi sementara menyebutkan bahwa kejadian bermula dari aktivitas berkumpul dan berkendara sepeda motor pada malam hari. Diduga terjadi insiden tabrakan antar kendaraan yang melibatkan remaja, yang kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan. Dalam peristiwa tersebut, terdapat dugaan penggunaan senjata tajam, meskipun hal ini masih menunggu kepastian dari hasil penyelidikan resmi.
Hingga saat ini, Polres Banyumas di bawah Polda Jawa Tengah masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi lengkap serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat. Belum ada keterangan resmi lanjutan dari kepolisian terkait penetapan tersangka maupun motif pasti kejadian.
Insiden ini memicu keprihatinan masyarakat terhadap pengawasan aktivitas remaja, khususnya pada jam rawan dan masa libur sekolah. Banyak pihak menilai perlunya peran aktif keluarga, lingkungan, serta aparat keamanan dalam mencegah potensi kekerasan antarremaja di ruang publik.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan memberikan ruang bagi keluarga korban untuk berduka.

