![]() |
Berdasarkan pantauan di lokasi, mobil boks yang membawa kotak makanan baru tiba sekitar pukul 12.30 WIB. Padahal, pada waktu tersebut sebagian besar siswa sudah dipulangkan oleh guru karena jam belajar telah selesai.
Akibat keterlambatan tersebut, makanan yang seharusnya dibagikan kepada para siswa justru datang ketika sekolah hampir kosong. Mobil pengantar hanya disambut oleh petugas keamanan dan beberapa orang tua yang masih berada di lingkungan sekolah.
Sejumlah wali murid yang menjemput anaknya mengaku kecewa karena masalah keterlambatan ini disebut bukan kali pertama terjadi. Mereka mengaku sering harus menunggu lama hanya untuk memastikan anaknya mendapatkan jatah makan dari program tersebut.
Salah satu orang tua bahkan meluapkan kekesalannya dengan bahasa Jawa Banyumasan.
“Bolak-balik telat. Kerjane mung nunggu MBG tok. Masa arep ming pasar ngenteni jatah mangan. Nek ora sanggup tepat waktu, bubar bae dapure,” ujarnya dengan nada kesal.
Kritik juga datang dari petugas keamanan sekolah yang mengaku kerepotan saat jadwal pembagian makanan molor. Keterlambatan distribusi membuat arus penjemputan siswa menjadi tidak tertib.
“Anak wis pada bali, mobile mbene teka. Terus kiye arep dingeken maring sapa? Mubadzir jenenge,” kata petugas keamanan sekolah.
Peristiwa ini menjadi sorotan warga sekitar karena program Makan Bergizi Gratis sejatinya bertujuan membantu pemenuhan gizi siswa. Namun jika distribusi tidak berjalan tepat waktu, program tersebut justru berpotensi menimbulkan pemborosan dan keluhan dari orang tua maupun pihak sekolah.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara distribusi MBG terkait keterlambatan pengiriman makanan ke sekolah tersebut.

