INFO_Purbalingga - Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus membuka peluang kerja sama internasional. Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, menerima kunjungan CV. NYP Purbalingga bersama sejumlah mitra dari Jepang, Fujikaimata Co Ltd, Mayashouten Co Ltd, dan Inoue Design di Ruang Kerja Bupati, Rabu (5/8/2026).
Pertemuan ini membahas penguatan kolaborasi di berbagai sektor strategis, mulai dari investasi, ekspor komoditas unggulan daerah, hingga peluang penempatan tenaga kerja asal Purbalingga ke Jepang.
Perwakilan rombongan, Arifin, menjelaskan bahwa perusahaan Jepang tersebut ingin memperluas hubungan yang telah lama terjalin dengan CV. NYP Purbalingga. Selama ini, kerja sama mencakup pengolahan kayu serta impor gula kelapa. Ke depan, mereka juga melirik potensi industri pangan berbasis ikan air tawar Indonesia, seperti gurame dan nila, untuk memenuhi permintaan pasar Jepang yang terus meningkat.
Tak hanya sektor perdagangan, peluang juga terbuka di bidang ketenagakerjaan. Mitra Jepang berencana memperluas rekrutmen tenaga kerja dari Purbalingga melalui pelatihan yang difasilitasi LPK Yasui Abadi. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Bupati Fahmi menyambut positif rencana tersebut. Ia menilai kerja sama ini sejalan dengan kebutuhan daerah, terutama dalam mengatasi keterbatasan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mengapresiasi potensi kerja sama ini. Purbalingga masih menghadapi tantangan dalam penyediaan lapangan kerja. Karena itu, peluang penempatan tenaga kerja ke Jepang serta ekspor komoditas daerah menjadi hal yang sangat baik dan patut didorong realisasinya,” ujar Fahmi.
Ia menegaskan, Pemkab Purbalingga siap memberikan dukungan penuh agar kerja sama ini tidak berhenti pada tahap pertemuan, tetapi berlanjut ke implementasi nyata yang menguntungkan kedua belah pihak.
“Kami siap berkolaborasi dan memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan agar kerja sama ini benar-benar memberikan manfaat bagi Purbalingga maupun Jepang,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Fujikaimata Co Ltd, Shimizu, mengungkapkan bahwa Jepang saat ini menghadapi penurunan jumlah penduduk yang berdampak pada kebutuhan tenaga kerja. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia, termasuk dari Purbalingga.
Ia juga mengenang hubungan panjang dengan Purbalingga yang telah terjalin selama sekitar tiga dekade. Menurutnya, kerja sama tersebut memberikan dampak signifikan bagi perkembangan perusahaannya.
“Sekitar 30 tahun lalu perusahaan kami hampir mengalami kebangkrutan. Namun setelah menjalin relasi dengan Purbalingga, kini kami bisa berkembang. Karena itu, kami ingin memberikan kontribusi kembali bagi daerah ini,” ungkap Shimizu.
Selain itu, pihaknya juga membuka peluang kerja sama lebih luas, termasuk kemungkinan inisiasi sister city antara Kabupaten Purbalingga dengan Kota Shimonoseki di Jepang.
Di sisi lain, LPK Yasui Abadi Purbalingga terus berperan dalam menyiapkan sumber daya manusia. Perwakilan lembaga tersebut, Trisnanto, menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 200 peserta pelatihan bahasa Jepang, dengan 63 peserta berasal dari Purbalingga. Dari jumlah tersebut, 11 orang telah berhasil diberangkatkan untuk bekerja di Jepang.
Meski minat masyarakat terus meningkat, masih terdapat sejumlah kendala seperti keterbatasan kuota, persyaratan seleksi, hingga biaya pelatihan. Untuk mengatasi hal tersebut, LPK Yasui Abadi menyediakan berbagai fasilitas, termasuk skema pembiayaan untuk membantu calon pekerja.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan hubungan Purbalingga dan Jepang semakin kuat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui investasi, ekspor, dan peningkatan kualitas tenaga kerja.

