INFOPBG COM, PURBALINGGA - Kabar membanggakan datang dari Purbalingga! Desa Pelumutan, Kecamatan Kemangkon, resmi menjadi salah satu lokasi syuting film nasional Tamu Maghrib, garapan sutradara Jay Sukmo. Selama enam hari, desa dengan nuansa tradisional ini disulap menjadi latar utama cerita yang siap menghiasi layar bioskop.
Meski mengusung nuansa mencekam, Tamu Maghrib bukan sekadar film horor biasa. Film ini menawarkan thriller psikologis yang dibalut dengan budaya khas Banyumas Raya, menghadirkan cerita yang lebih dalam dan penuh makna.
Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, menyambut baik dipilihnya Purbalingga sebagai lokasi produksi. Menurutnya, kehadiran rumah produksi film nasional menjadi kesempatan emas bagi para pelaku industri kreatif lokal untuk belajar langsung tentang proses pembuatan film profesional.
"Kami berharap proses syuting berjalan lancar dan menjadi wadah transfer ilmu serta pengalaman bagi talenta perfilman di Purbalingga," ujarnya.
Sementara itu, Produser Anggit Danurendra mengungkapkan bahwa Desa Pelumutan dipilih karena masih memiliki rumah-rumah tradisional dan suasana pedesaan yang autentik, sangat cocok menggambarkan latar cerita era 1990-an.
Tak hanya itu, dialek masyarakat dan budaya Banyumasan yang masih terjaga menjadi nilai tambah yang sulit ditemukan di daerah lain. Menurutnya, kawasan Banyumas Raya, termasuk Purbalingga, masih sangat jarang diangkat ke dalam film nasional.
Film Tamu Maghrib sendiri merupakan adaptasi dari film pendek viral yang rilis pada 2023. Dibintangi Masayu Anastasia dan Asri Welas, film produksi JSF Creative Studio ini mengisahkan perjuangan seorang ibu menghadapi ketakutan sekaligus ketidakadilan dalam balutan cerita thriller psikologis yang penuh ketegangan.
Jika sesuai jadwal, Tamu Maghrib akan tayang di bioskop pada akhir 2026 atau awal 2027.
Siap melihat suasana khas Purbalingga tampil di layar lebar? Jangan lupa dukung film karya anak bangsa ini saat resmi tayang nanti!

