google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E
Pakai Tembakau Gorila di Kuburan Hingga Berhalusinasi Meninggal google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E -->

Menu Atas

Advertisement

Link Banner

Peta Covid

Pakai Tembakau Gorila di Kuburan Hingga Berhalusinasi Meninggal

Rabu, 10 Februari 2021



INFOPBG.COM, KEBUMEN - Jajaran Sat Resnarkoba berhasil mengungkap penyalahgunaan narkotika jenis tembakau gorila. Dan kasus tembakau gorila ini sekaligus menjadi kasus pertama yang ditangani oleh Sat Resnarkoba Polres Kebumen.

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasat Resnarkoba AKP Paryudi mengungkapkan, tersangka diamankan pada hari Selasa (2/2) sekitar pukul 16.00 WIB di sebuah rumah kos di Pasar Rabuk Kecamatan Kebumen. Tersangka masing-masing inisial KL (23) warga Desa Podoluhur Kecamatan Klirong, Kebumen serta RA (22) warga Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten Kebumen diamankan dalam kasus itu.

Para tersangka diamankan berdasarkan laporan warga dan saat digeledah rumah kos yang berada di Pasar Rabuk didapati barang bukti berupa tembakau gorila dengan total 256,83 gram yang tersimpan di dalam kamar kos nya.
Tersangka mendapatkan tembakau gorila atau ganja sintetis ini dari seseorang di Kabupaten Bandung dengan harga 2 juta pupiah per 100 gram nya. Diketahui tersangka sudah mengkonsumsi tembakau gorila tersebut sejak tahun 2016 silam.

AKP Wahyudi memaparkan efek yang ditimbulkan dari tembakau ini lebih dahsyat jika dibandingkan dengan ganja biasa dan orang yang mengkonsumsi mengalami halusinasi. Bentuknya seperti tembakau kebanyakan namun ada kandungan narkotika jika dicek di laboratorium. Selain itu ganja biasa memiliki aroma yang khas jika dibakar, sedangkan tembakau goria tidak berbau dan tidak memiliki aroma yang khas seperti ganja ketika dibakar. Ini membuat orang awam sepintas tidak bisa mengenali narkotika jenis tembakau gorila atau “gori”.

Tersangka KL mengakui pertama kali mengkonsumsi tembakau gorila ia mengalami halusinasi hebat hingga pernah melihat dirinya telah meninggal. Saat menghisap gori di kuburan, tersangka melihat batu nisan bertuliskan namanya serta di depannya agak jauh ada lobang hitam yang melambai-lambai padanya.

“Saat pertama pakai aku takut Pak. Lihat batu nisan ada namaku, Terus di depan ku ada lubang hitam hitam juga.” ungkap tersangka KL.

Tak ingin kasus serupa terjadi kembali di Kebumen, Kapolres Kebumen melalui AKP Paryudi berpesan kepada para orang tua untuk lebih mengawasi anaknya.