INFOPBGCOM, PURBALINGGA - Sejumlah pecinta alam berhasil memetakan jalur goa vulkanik purba yang baru ditemukan di kawasan wisata Goa Lawa Purbalingga (Golaga), Jawa Tengah. Eksplorasi yang berlangsung pada Sabtu - Minggu (13 - 14 September 2025) ini tidak hanya menyingkap jalur goa yang diberi nama Goa Lorong Kereta, tetapi juga mendokumentasikan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.
Menurut Gunanto Eko Saputro, anggota Perhimpunan Pegiat Alam Ganesha Muda (PPA Gasda), goa tersebut terbentuk dari pembekuan lava Gunung Slamet purba - fenomena yang sangat langka di Indonesia. Berbeda dengan mayoritas goa di tanah air yang terbentuk dari karst, Goa Lorong Kereta merupakan bukti nyata aktivitas vulkanik ribuan tahun lalu.
Sayangnya, kondisi goa kini terancam oleh pendangkalan akibat erosi serta tekanan aktivitas manusia di permukaan, mulai dari pemukiman hingga ladang.
Menurut Gunanto Eko Saputro, anggota Perhimpunan Pegiat Alam Ganesha Muda (PPA Gasda), goa tersebut terbentuk dari pembekuan lava Gunung Slamet purba - fenomena yang sangat langka di Indonesia. Berbeda dengan mayoritas goa di tanah air yang terbentuk dari karst, Goa Lorong Kereta merupakan bukti nyata aktivitas vulkanik ribuan tahun lalu.
Sayangnya, kondisi goa kini terancam oleh pendangkalan akibat erosi serta tekanan aktivitas manusia di permukaan, mulai dari pemukiman hingga ladang.
“Dokumentasi ini penting sebagai informasi awal agar kita peduli dan menjaga kelestarian fenomena langka ini,” ujar Muhammad Kholik dari Griya Petualang Indonesia.
Eksplorasi ini digarap lintas komunitas pecinta alam bersama Tim Ekspedisi Sisik Naga, PPA Gasda, Palateksa, Semapala, Faktapala, Griya Petualang Indonesia, Jeda Belantara, Teman Main Adventure, MTMA, Relawan Purbalingga Peduli (RPP), serta dukungan PMI, Dinasti Outbond, dan Perumda Owabong.
Para pegiat alam sepakat, Goa Lorong Kereta berpotensi dikembangkan sebagai wisata minat khusus berbasis edukasi dan penelitian, dengan tetap menjaga kelestarian alamnya.
Eksplorasi ini digarap lintas komunitas pecinta alam bersama Tim Ekspedisi Sisik Naga, PPA Gasda, Palateksa, Semapala, Faktapala, Griya Petualang Indonesia, Jeda Belantara, Teman Main Adventure, MTMA, Relawan Purbalingga Peduli (RPP), serta dukungan PMI, Dinasti Outbond, dan Perumda Owabong.
Para pegiat alam sepakat, Goa Lorong Kereta berpotensi dikembangkan sebagai wisata minat khusus berbasis edukasi dan penelitian, dengan tetap menjaga kelestarian alamnya.

