google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E
Awal 2026, Bupati Purbalingga Lantik Enam Pejabat Eselon II dan Terapkan SOTK Baru google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E -->

Menu Atas

Advertisement

Link Banner

Peta Covid

Awal 2026, Bupati Purbalingga Lantik Enam Pejabat Eselon II dan Terapkan SOTK Baru

Sabtu, 03 Januari 2026


INFOPBG.COM, PURBALINGGA - Mengawali tahun 2026, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif melantik dan mengambil sumpah enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Prosesi pelantikan berlangsung di Pendapa Dipokusumo, Jumat (2/1/2026).

Pelantikan ini dilakukan untuk mengisi lima jabatan eselon II yang sebelumnya kosong melalui mekanisme seleksi terbuka, serta satu jabatan staf ahli bupati. Pengangkatan tersebut secara resmi tertuang dalam Keputusan Bupati Purbalingga Nomor 800.1.3/001 Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan pimpinan tinggi pratama.

Daftar Pejabat Eselon II yang Dilantik

Berdasarkan keputusan tersebut, enam pejabat yang dilantik antara lain:

Nugroho Priyo Pratomo, ST – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapelitbangda)

Imam Khasbulah, S.Sos., M.E. – Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda)

Heru Sri Wibowo, S.Sos., M.Si. – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud)

Dwi Mulyatno, S.Pd., M.Pd. – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPPSDM)

Drajat Uji Wakhyono, ST., MT. – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR)

Pandi, S.Sos. – Staf Ahli Bupati Purbalingga

Dari enam pejabat tersebut, satu pejabat berasal dari luar lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, yakni Kepala BKPPSDM Dwi Mulyatno, yang diangkat berdasarkan kebutuhan organisasi dan kompetensi jabatan.

Sekaligus Pelantikan SOTK Baru Pemkab Purbalingga

Selain melantik pejabat eselon II, Bupati Fahmi Muhammad Hanif juga melantik dan mengambil sumpah pejabat dalam Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

Diketahui, mulai 1 Januari 2026, Pemkab Purbalingga resmi menerapkan penataan organisasi baru sebagai bagian dari kebijakan reformasi birokrasi pascapergantian kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati periode 2025–2030.

Penataan tersebut bertujuan untuk:

Meningkatkan efisiensi birokrasi,
Memperkuat kualitas pelayanan publik, serta
Menyesuaikan tugas pokok dan fungsi perangkat daerah dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Dalam struktur baru ini, jumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dirampingkan dari 27 menjadi 23 OPD, disertai penyesuaian tupoksi dan penggabungan beberapa dinas.

Bupati Tekankan Kinerja dan Pelayanan Publik

Bupati Fahmi Muhammad Hanif berharap pelantikan pejabat baru ini mampu memberikan energi positif bagi jalannya pemerintahan daerah.

Ia menekankan agar para pejabat yang dilantik dapat menjalankan amanah jabatan secara profesional, berintegritas, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan formasi pejabat yang lengkap dan struktur organisasi yang lebih ramping, saya berharap kinerja pemerintahan Kabupaten Purbalingga semakin efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati Fahmi.

Langkah Awal Penguatan Tata Kelola Pemerintahan

Pelantikan pejabat eselon II dan penerapan SOTK baru ini menjadi langkah awal Pemkab Purbalingga di tahun 2026 untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan koordinasi antarperangkat daerah, serta mendorong percepatan program pembangunan daerah.

Dengan struktur organisasi yang lebih efisien dan diisi oleh pejabat sesuai kompetensi, Pemkab Purbalingga menargetkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

sumber: https://radarbanyumas.disway.id/purbalingga/read/148702/bupati-purbalingga-lantik-enam-pejabat-eselon-ii