google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E
Pendaki Pelajar Asal Magelang Ditemukan Meninggal di Gunung Slamet, Visum Pastikan Hipotermia google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E -->

Menu Atas

Advertisement

Link Banner

Peta Covid

Pendaki Pelajar Asal Magelang Ditemukan Meninggal di Gunung Slamet, Visum Pastikan Hipotermia

Jumat, 16 Januari 2026


INFOPBG.COM, PURBALINGGA - Hasil visum terhadap jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Gunung Slamet, memastikan korban telah meninggal sekitar dua pekan sebelum ditemukan. Penyebab kematian dipastikan akibat hipotermia.

Dokter RSUD Goeteng Tarunadibrata Purbalingga, Gunawan, menjelaskan bahwa kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan medis terhadap kondisi jenazah.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diperkirakan meninggal dunia sekitar dua minggu lalu akibat hipotermia,” kata Gunawan, Kamis (15/1/2026).

Proses visum terhadap jenazah berlangsung kurang lebih satu jam. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah dimandikan di kamar jenazah RSUD Goeteng Tarunadibrata sebelum diberangkatkan ke rumah duka di Magelang, dengan pengawalan dari Polres Purbalingga.

Sebelumnya, Syafiq diketahui mendaki Gunung Slamet secara tektok bersama seorang rekannya bernama Himawan Haidar Bahran. Keduanya memulai pendakian melalui Basecamp Dipajaya, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu, 27 Desember 2025. Namun dalam perjalanan, Syafiq terpisah dan akhirnya dinyatakan hilang.

Setelah dilakukan pencarian selama 17 hari, tim SAR gabungan menemukan jasad Syafiq di kawasan Gunung Malang, wilayah Kabupaten Purbalingga. Berdasarkan hasil visum, korban diperkirakan telah meninggal sekitar 15 hari sebelum ditemukan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakapolres Purbalingga Kompol Agus Amjat menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah.

“Dari hasil visum luar tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelasnya.

Kompol Agus menambahkan bahwa kepolisian juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga terkait proses pemulangan dan pemakaman jenazah.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan risiko pendakian gunung, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem dan suhu rendah. Aparat serta relawan mengimbau para pendaki untuk mempersiapkan diri secara matang dan memperhatikan faktor keselamatan sebelum melakukan aktivitas pendakian.