google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E
Program Pemberdayaan Petani Cabai MIGP YBM BRILiaN Resmi Bergulir di Pagerandong Purbalingga google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E -->

Menu Atas

Advertisement

Link Banner

Peta Covid

Program Pemberdayaan Petani Cabai MIGP YBM BRILiaN Resmi Bergulir di Pagerandong Purbalingga

Jumat, 23 Januari 2026


INFOPBG.COM, Purbalingga - Upaya penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian terus dilakukan. Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN secara resmi meluncurkan Mustahiq Income Generating Program (MIGP) bagi petani cabai di Desa Pagerandong, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Kamis (22/1/2026).

Program pemberdayaan ini menyasar dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Muda dan Kelompok Tani Berkah, dengan total 20 petani sebagai penerima manfaat. Dalam pelaksanaannya, para petani mengelola lahan seluas sekitar satu hektare yang tersebar di lima titik lokasi.

MIGP merupakan program jangka panjang yang telah dipersiapkan secara matang selama enam bulan, mulai dari tahap asesmen hingga implementasi. Ke depan, program ini akan berjalan selama tiga tahun dengan pendampingan intensif, mencakup teknik budidaya cabai, penguatan kelembagaan kelompok, pengelolaan keuangan, hingga perluasan akses pasar dan distribusi hasil panen.

Pemimpin Cabang BRI Purbalingga, Ario Ardian, menyampaikan bahwa MIGP dirancang untuk mendorong kemandirian petani dalam sistem pertanian berkelanjutan.

“Kami ingin petani tidak hanya berperan sebagai objek bantuan, tetapi menjadi subjek utama dalam rantai pasok pertanian, sehingga mampu berkembang secara mandiri,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Purbalingga, Prayitno, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang terbangun dalam program ini. Menurutnya, sinergi tersebut berpotensi memperkuat kapasitas petani sekaligus berkontribusi pada penanggulangan kemiskinan berbasis pertanian.

Desa Pagerandong dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena memiliki kondisi agroklimat dan lahan yang sesuai untuk budidaya cabai. Proses penanaman telah dimulai sejak awal Januari 2026, dengan target panen pada Maret mendatang.

Prayitno berharap hasil panen cabai tersebut dapat membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Saat ini harga cabai di tingkat petani berada di kisaran Rp26 ribu hingga Rp33 ribu per kilogram, tergantung jenisnya. Jika panen berlangsung sesuai rencana, ini bisa menjadi faktor penopang pengendalian inflasi daerah,” jelasnya.

Melalui Program MIGP, YBM BRILiaN dan para pemangku kepentingan berharap petani cabai di Purbalingga tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memiliki daya saing dan keberlanjutan usaha pertanian dalam jangka panjang.

sumber https://banyumas.tribunnews.com/barlingmascakeb/87135/program-pemberdayaan-petani-cabai-diluncurkan-di-desa-pagerandong-purbalingga