google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E
Akses Jalan Penghubung Desa Sirau dan Kramat Terputus Karena Longsor google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E -->

Menu Atas

Advertisement

Link Banner

Peta Covid

Akses Jalan Penghubung Desa Sirau dan Kramat Terputus Karena Longsor

Kamis, 05 Februari 2026


INFOPBG.COM, PURBALINGGA - Akses jalan utama yang menghubungkan Desa Kramat dan Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, terputus total akibat longsor. Material berupa tanah dan bebatuan menutup seluruh badan jalan sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

Peristiwa longsor terjadi pada Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Berdasarkan catatan, hujan mulai turun sejak pukul 14.00 WIB dan baru mereda sekitar pukul 17.35 WIB.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon Haprindiyat, menyampaikan bahwa longsor menyebabkan lumpuhnya akses penghubung antara Desa Sirau dan Desa Kramat.

“Jalan penghubung Sirau–Kramat tertutup total oleh material longsor berupa bebatuan dan tanah,” ujar Revon saat dikonfirmasi Radarmas, Rabu (4/2/2026) pagi.

Akibat kejadian tersebut, baik kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Warga dari kedua desa terpaksa menghentikan sementara aktivitas perjalanan antarwilayah.

Revon menambahkan, upaya penanganan baru dapat dilakukan pada Rabu pagi. Hal ini dikarenakan kondisi saat kejadian sudah memasuki malam hari dan hujan masih berlangsung sehingga berisiko bagi petugas.

BPBD mencatat longsor terjadi di beberapa titik di wilayah Kecamatan Karangmoncol. Namun, titik terparah berada di ruas jalan penghubung Desa Kramat-Sirau, tepatnya di wilayah Siregol, Desa Sirau.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, longsor ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan mobilitas warga setempat. Jalur tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang menghubungkan kedua desa.

Wilayah Siregol sendiri dikenal sebagai kawasan rawan longsor, terutama saat curah hujan tinggi. Kondisi geografis berupa perbukitan membuat area tersebut rentan terhadap pergerakan tanah dan bebatuan.