INFOPBG.COM, SEMARANG - Performa PSIS Semarang masih belum stabil di kasta kedua kompetisi sepak bola nasional musim ini. Klub kebanggaan Jawa Tengah tersebut belum mampu keluar dari zona play-off degradasi wilayah timur Championship, meski sudah melakukan perubahan besar di dalam tim.
Musim lalu, Mahesa Jenar harus menerima kenyataan turun kasta dari Liga 1 Indonesia. Krisis finansial yang berkepanjangan membuat kondisi klub semakin berat hingga berdampak pada performa di lapangan musim ini.
Investor Baru dan Revolusi Skuad PSIS
Harapan sempat muncul saat investor baru mengambil alih klub dari pemilik lama, Yoyok Sukawi. Kepemimpinan baru di bawah Datu Nova Fatmawati langsung melakukan langkah agresif.
Sebanyak 19 pemain direkrut pada bursa transfer Januari. Beberapa nama besar yang didatangkan antara lain:
Hasil Lapangan Masih Jauh dari Harapan
Sayangnya, perombakan besar belum memberikan hasil instan. Dalam lima pertandingan terakhir, PSIS hanya meraih satu kemenangan.
Pada laga kandang terbaru, Mahesa Jenar hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Persela Lamongan. Meski mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang, penyelesaian akhir masih menjadi masalah utama.
Pelatih menilai tim sudah mencoba mengubah formasi dan menambah daya serang, namun efektivitas gol masih minim.
Ancaman Play-Off dan Potensi Derbi Pantura
Saat ini PSIS mengoleksi 12 poin dari 19 pertandingan dan berada di peringkat 9 dari 10 tim wilayah timur. Jika posisi ini bertahan, mereka harus menjalani play-off degradasi menuju Liga 3.
Menariknya, kandidat lawan dari wilayah barat berpotensi berasal dari Jawa Tengah juga, yakni Persekat Tegal yang kini berada di posisi rawan di klasemen wilayah barat.
Jika skenario ini terjadi, publik bisa menyaksikan Derbi Pantura Jawa Tengah dengan tensi tinggi di laga penentuan nasib kedua tim.
Peluang PSIS Masih Terbuka
PSIS masih memiliki delapan laga tersisa di putaran ketiga. Peluang keluar dari zona berbahaya masih terbuka, namun konsistensi performa dan ketajaman lini depan harus segera diperbaiki.
Jika tidak, musim ini bisa menjadi periode berat bagi salah satu klub bersejarah di sepak bola Jawa Tengah tersebut.
Musim lalu, Mahesa Jenar harus menerima kenyataan turun kasta dari Liga 1 Indonesia. Krisis finansial yang berkepanjangan membuat kondisi klub semakin berat hingga berdampak pada performa di lapangan musim ini.
Investor Baru dan Revolusi Skuad PSIS
Harapan sempat muncul saat investor baru mengambil alih klub dari pemilik lama, Yoyok Sukawi. Kepemimpinan baru di bawah Datu Nova Fatmawati langsung melakukan langkah agresif.
Sebanyak 19 pemain direkrut pada bursa transfer Januari. Beberapa nama besar yang didatangkan antara lain:
- Otavio Dutra
- Beto Goncalves
- Esteban Vizcarra
- Rafinha
Hasil Lapangan Masih Jauh dari Harapan
Sayangnya, perombakan besar belum memberikan hasil instan. Dalam lima pertandingan terakhir, PSIS hanya meraih satu kemenangan.
Pada laga kandang terbaru, Mahesa Jenar hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Persela Lamongan. Meski mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang, penyelesaian akhir masih menjadi masalah utama.
Pelatih menilai tim sudah mencoba mengubah formasi dan menambah daya serang, namun efektivitas gol masih minim.
Ancaman Play-Off dan Potensi Derbi Pantura
Saat ini PSIS mengoleksi 12 poin dari 19 pertandingan dan berada di peringkat 9 dari 10 tim wilayah timur. Jika posisi ini bertahan, mereka harus menjalani play-off degradasi menuju Liga 3.
Menariknya, kandidat lawan dari wilayah barat berpotensi berasal dari Jawa Tengah juga, yakni Persekat Tegal yang kini berada di posisi rawan di klasemen wilayah barat.
Jika skenario ini terjadi, publik bisa menyaksikan Derbi Pantura Jawa Tengah dengan tensi tinggi di laga penentuan nasib kedua tim.
Peluang PSIS Masih Terbuka
PSIS masih memiliki delapan laga tersisa di putaran ketiga. Peluang keluar dari zona berbahaya masih terbuka, namun konsistensi performa dan ketajaman lini depan harus segera diperbaiki.
Jika tidak, musim ini bisa menjadi periode berat bagi salah satu klub bersejarah di sepak bola Jawa Tengah tersebut.

