google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E
Tradisi Bersih Sumber Mata Air Jelang Ramadan, Komitmen Spiritual dan Budaya dari Perumda Owabong Purbalingga google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E -->

Menu Atas

Advertisement

Link Banner

Peta Covid

Tradisi Bersih Sumber Mata Air Jelang Ramadan, Komitmen Spiritual dan Budaya dari Perumda Owabong Purbalingga

Rabu, 18 Februari 2026


INFOPBG.COM, PURBALINGGA - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Perumda Owabong Purbalingga kembali menggelar tradisi bersih sumber mata air sebagai bentuk pensucian diri dan lingkungan. Kegiatan tahunan yang berlangsung di kawasan wisata air di Purbalingga ini juga diramaikan dengan arak-arakan gunungan hasil bumi yang melibatkan karyawan dan masyarakat sekitar.

Tradisi ini tidak hanya menjadi ritual budaya, tetapi juga simbol rasa syukur atas keberkahan rezeki dan sumber kehidupan yang selama ini menopang operasional wisata serta kebutuhan masyarakat.

Makna Spiritual dan Filosofi Bersih Sumber

Bersih sumber mata air memiliki makna mendalam, yaitu proses pensucian yang tidak hanya berlaku bagi manusia, tetapi juga tempat dan lingkungan. Terlebih, kawasan wisata ini memiliki tiga sumber mata air utama yang menjadi sumber kehidupan sekaligus daya tarik wisata.

Direktur Owabong, Arif Taat, menegaskan bahwa sumber mata air merupakan pusat kehidupan kawasan wisata dan masyarakat sekitar. Karena itu, menjaga kebersihan dan kelestariannya menjadi komitmen bersama agar manfaatnya terus dirasakan dalam jangka panjang.

Gunungan Hasil Bumi: Simbol Syukur dan Berbagi Rezeki

Selain ritual bersih sumber, kegiatan juga diisi dengan:
  • Gunungan hasil bumi
  • Tumpeng tradisional
  • Aneka jajanan pasar
Seluruh hasil bumi tersebut diarak lalu dibagikan kepada warga dan pengunjung sebagai simbol berbagi rezeki dan mempererat hubungan sosial antara pengelola wisata dan masyarakat.

Ritual Pengambilan Tiga Sumber Mata Air

Prosesi sakral lain dalam tradisi ini adalah pengambilan air dari tiga sumber mata air yang dilakukan oleh tiga perempuan. Ritual ini melambangkan keseimbangan, kesucian, dan keberlanjutan sumber kehidupan.

Momentum Tradisi dan Kesiapan Hadapi Ramadan

Tradisi ini rutin dilakukan setiap tahun menjelang Ramadan sebagai pengingat pentingnya menjaga kebersihan lahir dan batin. Kegiatan ini juga menjadi daya tarik wisata budaya yang berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca berdasarkan peringatan dari BMKG terkait potensi hujan di wilayah Purbalingga dan sekitarnya.

Dampak Positif bagi Pariwisata dan Masyarakat

Dengan menjaga kelestarian sumber mata air dan melestarikan tradisi budaya, Owabong diharapkan mampu:
  • Menarik lebih banyak wisatawan
  • Menjaga keberlanjutan sumber air
  • Memperkuat identitas budaya lokal
  • Memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar