INFOPBG.COM, PURBALINGGA - Di Kabupaten Purbalingga terdapat sebuah masjid yang tampil berbeda dari kebanyakan tempat ibadah pada umumnya. Bangunan bernama Masjid Nusantara Watu Sanggar ini menarik perhatian karena desainnya yang sekilas menyerupai bangunan candi kuno.
Masjid yang berdiri di Desa Mangunegara, Kecamatan Mrebet ini berada di kawasan perbukitan yang asri. Dengan warna bangunan yang gelap, kokoh, serta dihiasi ornamen khas budaya Jawa, masjid ini belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Tak sedikit pengunjung yang membandingkan bentuknya dengan candi-candi besar di Jawa Tengah seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.
Namun di balik bentuknya yang unik, masjid ini ternyata memiliki filosofi budaya yang cukup mendalam.
Berawal dari Niat Sederhana untuk Masyarakat
Takmir Masjid Nusantara Watu Sanggar, Amir Pranoto, menjelaskan bahwa pembangunan masjid ini berawal dari keinginan sederhana untuk menghadirkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, masjid ini tidak hanya ditujukan bagi warga setempat, tetapi juga diharapkan dapat menjadi tempat ibadah sekaligus ruang refleksi budaya bagi masyarakat luas, khususnya warga Purbalingga dan sekitarnya.
Sejak awal, konsep desainnya memang tidak dibuat seperti masjid modern pada umumnya. Pihak penggagas ingin menghadirkan bangunan yang mencerminkan identitas budaya masyarakat Jawa yang melekat dengan kehidupan umat Islam di daerah tersebut.
Menggabungkan Islam dan Budaya Jawa
Inspirasi desain masjid ini lahir dari keinginan untuk memadukan nilai-nilai keislaman dengan budaya lokal Jawa.
Amir menuturkan bahwa masyarakat di wilayah Mrebet memiliki keberagaman bentuk masjid yang dipengaruhi berbagai budaya. Bahkan di sekitar kawasan tersebut terdapat masjid yang mengusung nuansa arsitektur Tionghoa.
Dari situlah muncul gagasan untuk menghadirkan masjid yang merepresentasikan identitas budaya Jawa.
Tujuannya sederhana: menunjukkan bahwa menjadi seorang Muslim tidak harus meninggalkan akar budaya lokal.
Simbol Filosofi dalam Setiap Ornamen
Bentuk bangunan Masjid Nusantara Watu Sanggar memang sengaja dirancang menyerupai arsitektur Jawa kuno yang identik dengan bangunan candi.
Beberapa unsur budaya yang terlihat pada bangunan ini antara lain:
Kini, Masjid Nusantara Watu Sanggar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga daya tarik wisata religi baru di Purbalingga yang menggabungkan keindahan arsitektur, budaya, dan nilai spiritual dalam satu bangunan unik.
Masjid yang berdiri di Desa Mangunegara, Kecamatan Mrebet ini berada di kawasan perbukitan yang asri. Dengan warna bangunan yang gelap, kokoh, serta dihiasi ornamen khas budaya Jawa, masjid ini belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Tak sedikit pengunjung yang membandingkan bentuknya dengan candi-candi besar di Jawa Tengah seperti Candi Borobudur dan Candi Prambanan.
Namun di balik bentuknya yang unik, masjid ini ternyata memiliki filosofi budaya yang cukup mendalam.
Berawal dari Niat Sederhana untuk Masyarakat
Takmir Masjid Nusantara Watu Sanggar, Amir Pranoto, menjelaskan bahwa pembangunan masjid ini berawal dari keinginan sederhana untuk menghadirkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, masjid ini tidak hanya ditujukan bagi warga setempat, tetapi juga diharapkan dapat menjadi tempat ibadah sekaligus ruang refleksi budaya bagi masyarakat luas, khususnya warga Purbalingga dan sekitarnya.
Sejak awal, konsep desainnya memang tidak dibuat seperti masjid modern pada umumnya. Pihak penggagas ingin menghadirkan bangunan yang mencerminkan identitas budaya masyarakat Jawa yang melekat dengan kehidupan umat Islam di daerah tersebut.
Menggabungkan Islam dan Budaya Jawa
Inspirasi desain masjid ini lahir dari keinginan untuk memadukan nilai-nilai keislaman dengan budaya lokal Jawa.
Amir menuturkan bahwa masyarakat di wilayah Mrebet memiliki keberagaman bentuk masjid yang dipengaruhi berbagai budaya. Bahkan di sekitar kawasan tersebut terdapat masjid yang mengusung nuansa arsitektur Tionghoa.
Dari situlah muncul gagasan untuk menghadirkan masjid yang merepresentasikan identitas budaya Jawa.
Tujuannya sederhana: menunjukkan bahwa menjadi seorang Muslim tidak harus meninggalkan akar budaya lokal.
Simbol Filosofi dalam Setiap Ornamen
Bentuk bangunan Masjid Nusantara Watu Sanggar memang sengaja dirancang menyerupai arsitektur Jawa kuno yang identik dengan bangunan candi.
Beberapa unsur budaya yang terlihat pada bangunan ini antara lain:
- Gunungan wayang, yang melambangkan sumber kehidupan dan keseimbangan alam semesta.
- Kubah menyerupai stupa, sebagai simbol spiritualitas dan keagungan.
- Teras bergaya candi, yang memperkuat nuansa arsitektur klasik Jawa.
Kini, Masjid Nusantara Watu Sanggar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga daya tarik wisata religi baru di Purbalingga yang menggabungkan keindahan arsitektur, budaya, dan nilai spiritual dalam satu bangunan unik.

