INFOPURBALINGGA, PURBALINGGA - Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menyediakan 6.816 lowongan pekerjaan dalam ajang Purbalingga Job Fair 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan kompetensi tenaga kerja lokal, sekaligus menekan angka pengangguran terbuka di wilayah tersebut.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan, Job Fair 2026 diharapkan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya. Pada Job Fair 2025, tercatat sebanyak 1.041 pencari kerja berhasil terserap ke dunia kerja.
“Pada Job Fair tahun 2025 lalu, sebanyak 1.041 pencari kerja berhasil terserap. Harapan kami, tahun ini jumlahnya bisa lebih banyak lagi,” kata Fahmi usai membuka Job Fair 2026 yang diikuti 42 perusahaan di GOR Indoor Sasana Krida Perwira, Purbalingga, Rabu.
Menurut Fahmi, ribuan lowongan yang tersedia mencakup 194 formasi jabatan dari berbagai sektor, mulai dari manufaktur, restoran, perdagangan, perbankan, jasa keuangan, pemasaran digital, industri garmen, pendidikan, kesehatan, hingga bidang usaha lainnya.
Tak hanya itu, 346 lowongan kerja juga disediakan khusus bagi penyandang disabilitas oleh tiga perusahaan. Kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan pun cukup beragam, mulai dari lulusan SD, SMP, SMA/SMK, hingga sarjana dan pascasarjana.
Fahmi menegaskan, penyelenggaraan job fair bukan sekadar mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengurangi kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja yang tersedia.
“Penyelenggaraan job fair tidak hanya bertujuan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengurangi kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja yang tersedia,” ujarnya.
Pemkab Purbalingga Siapkan Pelatihan Sesuai Kebutuhan Industri
Berdasarkan evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya, Pemkab Purbalingga menilai masih terdapat kesenjangan antara keterampilan pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat tingkat penyerapan tenaga kerja belum optimal.
Karena itu, Pemkab Purbalingga berkomitmen memperkuat program peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui berbagai pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
“Nanti pemerintah akan mendukung dengan memberikan pelatihan sesuai keterampilan yang dibutuhkan perusahaan. Komponen-komponen kompetensi yang dibutuhkan industri akan kami petakan dan siapkan agar pencari kerja lebih siap bersaing,” kata Fahmi.
Job Fair 2026 Hadirkan Workshop dan Pelatihan Keterampilan
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinnaker) Kabupaten Purbalingga, Mukodam, mengatakan bahwa Purbalingga Job Fair 2026 juga menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja.
Berbagai workshop digelar dengan dukungan sejumlah pihak, di antaranya Universitas Terbuka Purwokerto, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto, Forum BUMD Purbalingga, dan BPJS Ketenagakerjaan Purbalingga.
Selain workshop, Dinperinnaker juga menyediakan berbagai pelatihan keterampilan seperti tata rias, menjahit, otomotif, servis refrigerator, hingga pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Purbalingga. Program tersebut dijalankan bekerja sama dengan lembaga pelatihan kerja untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap masuk ke industri, khususnya sektor garmen di wilayah Banyumas dan sekitarnya.
Mukodam menegaskan, penyediaan lowongan kerja yang dibarengi peningkatan kompetensi tenaga kerja diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat daya saing tenaga kerja lokal sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Melalui penyediaan lowongan kerja dan peningkatan kompetensi tenaga kerja, Pemkab Purbalingga berharap Job Fair 2026 dapat menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal sekaligus memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang,” katanya.
Dorong Daya Saing dan Tekan Pengangguran
Dengan total 6.816 lowongan kerja, keterlibatan 42 perusahaan, serta dukungan pelatihan dan workshop, Purbalingga Job Fair 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan seremonial, tetapi juga menjadi instrumen nyata dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam mendorong penyerapan tenaga kerja lokal, meningkatkan kualitas SDM, dan menekan angka pengangguran melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan.

