google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E
Ogoh-Ogoh Buto Ijo Meriahkan Purbalingga Carnival 2026, Jadi Atraksi Baru di Tengah Parade google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E -->

Menu Atas

Advertisement

Link Banner

Peta Covid

Ogoh-Ogoh Buto Ijo Meriahkan Purbalingga Carnival 2026, Jadi Atraksi Baru di Tengah Parade

Sabtu, 22 Agustus 2026


INFOPBG.COM, PURBALINGGA - Sosok ogoh-ogoh berbentuk Buto Ijo menjadi salah satu atraksi yang mencuri perhatian dalam Purbalingga Carnival 2026. Boneka raksasa tersebut tampil untuk pertama kalinya dalam parade yang berlangsung di kawasan Alun-Alun Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2026).

Kemunculan Buto Ijo menjadi bagian dari beragam kreasi seni, kostum, dan budaya yang ditampilkan dalam Purbalingga Carnival 2026. Kegiatan tersebut digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat dan pelaku seni untuk menunjukkan kreativitas mereka.

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan pemerintah daerah ingin mengembangkan Purbalingga Carnival agar tidak berhenti sebagai agenda hiburan tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki peluang untuk menjadi salah satu identitas budaya dan pariwisata daerah.

“Kami ingin pada gelaran carnival tahun ini penampilannya semakin menarik dan masyarakat yang hadir juga semakin banyak,” kata Fahmi.

Ia berharap peningkatan jumlah pengunjung dapat membuat Purbalingga Carnival semakin dikenal. Tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga mampu menarik perhatian masyarakat dari daerah lain hingga menjadi agenda yang dikenal secara nasional.

“Dari situ kami berharap nama Purbalingga Carnival bisa terangkat, bukan hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga di luar Purbalingga, Jawa Tengah, bahkan mudah-mudahan sampai tingkat nasional,” ujarnya.
Diikuti Lebih dari 80 Kontingen

Purbalingga Carnival 2026 melibatkan lebih dari 80 kontingen. Masing-masing peserta membawa konsep dan kreativitas berbeda melalui kostum, pertunjukan seni, serta berbagai kreasi yang menggambarkan budaya dan karakter daerah.

Rangkaian parade tahun ini juga menggunakan rute yang berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Peserta memulai perjalanan dari depan Kodim 0702/Purbalingga, kemudian bergerak ke arah barat dan memutari kawasan Alun-Alun Purbalingga.

Parade selanjutnya berakhir di panggung kehormatan yang berada di depan gerbang Pendapa Dipokusumo.

Sepanjang jalur tersebut, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Warga memenuhi sejumlah titik untuk menyaksikan langsung berbagai penampilan kontingen, termasuk atraksi ogoh-ogoh Buto Ijo yang menjadi salah satu kreasi baru dalam carnival tahun ini.

Masih Dikembangkan

Fahmi menyebut penyelenggaraan Purbalingga Carnival 2026 masih menjadi bagian dari proses pengembangan. Persiapan yang relatif singkat membuat pemerintah daerah belum dapat menghadirkan konsep secara maksimal.

“Ini embrio awal. Persiapannya juga relatif mendadak dan belum terlalu banyak waktu,” kata Fahmi.

Meski demikian, ia melihat adanya perkembangan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Pemerintah daerah berharap waktu persiapan yang lebih panjang pada penyelenggaraan mendatang dapat meningkatkan kualitas parade, baik dari sisi konsep, peserta maupun kemasan acaranya.

“Alhamdulillah, kami melihat banyak perkembangan dibandingkan carnival sebelumnya,” ujarnya.
Dorong Ekonomi UMKM Purbalingga

Purbalingga Carnival juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Tingginya jumlah warga yang datang ke pusat kota selama acara berlangsung dinilai dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM, pedagang kaki lima, dan sektor usaha lainnya.

“Purbalingga Carnival juga memberikan manfaat terhadap perekonomian di Kabupaten Purbalingga, khususnya multiplier effect bagi UMKM, pedagang, dan perekonomian masyarakat,” ujar Fahmi.

Selain mendorong aktivitas ekonomi, carnival menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan potensi seni dan budaya Purbalingga kepada khalayak yang lebih luas.

“Selain berdampak pada perekonomian, carnival ini juga mengangkat berbagai potensi seni dan budaya di Purbalingga,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga berencana mempertahankan carnival sebagai agenda rutin. Ke depan, pelaksanaannya dapat digelar setiap satu atau dua tahun dengan konsep yang terus diperbaiki dan dikembangkan.

Dengan hadirnya lebih dari 80 kontingen, beragam pertunjukan seni, serta atraksi baru seperti ogoh-ogoh Buto Ijo, Purbalingga Carnival 2026 menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menggabungkan hiburan, pelestarian budaya, promosi daerah, dan penggerakan ekonomi masyarakat.

Target jangka panjangnya adalah membawa Purbalingga Carnival keluar dari panggung lokal sehingga semakin dikenal di Jawa Tengah dan berpeluang tampil di tingkat nasional.