INFOPBG.COM, Bojonegoro - Kabupaten Bojonegoro tengah menjadi sorotan publik setelah Menteri Keuangan Purbaya menyoroti besarnya dana kas daerah yang mencapai Rp 3,6 triliun. Dana tersebut dinilai “mengendap” dan belum dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat.
Menurut Menteri Purbaya, anggaran sebesar itu seharusnya bisa dikelola lebih aktif guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pembangunan, bukan dibiarkan terlalu lama tersimpan.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan klarifikasi bahwa dana kas tersebut merupakan alokasi untuk kebutuhan belanja pada tahun anggaran berikutnya. Namun, penjelasan ini tidak serta-merta meredam perhatian publik.
Tak lama setelah pernyataan Menteri Purbaya mencuat, warganet mulai ramai membagikan dokumentasi pembangunan dan aktivitas proyek infrastruktur di berbagai wilayah Bojonegoro. Dalam sejumlah unggahan, terlihat alat berat beroperasi di lapangan, proyek perbaikan jalan, hingga kegiatan konstruksi yang disebut-sebut semakin intensif dalam beberapa hari terakhir.
Fenomena ini pun memunculkan beragam spekulasi di kalangan masyarakat. Banyak yang menilai percepatan proyek pembangunan tersebut merupakan respon cepat Pemkab Bojonegoro atas kritik dari Menteri Keuangan.
Meski demikian, hingga kini Pemkab Bojonegoro belum memberikan keterangan resmi terkait meningkatnya aktivitas proyek yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut. Publik pun masih menantikan langkah konkret pemerintah daerah dalam mengoptimalkan dana kas daerah yang fantastis itu

