Foto Suasana D'Las Serang, Purbalingga
INFOPBG.COM, Jawa Tengah mencatatkan prestasi gemilang di sektor pariwisata nasional. Provinsi ini resmi menjadi daerah dengan pendapatan pariwisata tertinggi di Indonesia, mengungguli Bali yang selama ini dikenal sebagai ikon wisata utama.
Berdasarkan data CNBC Indonesia Research, total pendapatan objek daya tarik wisata komersial di Jawa Tengah mencapai Rp 2,77 triliun. Angka tersebut menjadi yang tertinggi secara nasional dan mencerminkan tingginya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di wilayah ini.
Jawa Tengah menawarkan ragam pilihan wisata, mulai dari wisata alam, wisata budaya, hingga destinasi sejarah yang tersebar merata di berbagai kabupaten dan kota. Pola pengembangan ini membuat perputaran ekonomi pariwisata tidak terpusat pada satu titik saja.
Bali di Posisi Kedua, Pulau Jawa Dominasi Pendapatan Wisata
Sementara itu, Bali menempati posisi kedua dengan pendapatan pariwisata sebesar Rp 2,56 triliun. Pulau Dewata tetap menjadi destinasi favorit wisatawan domestik dan mancanegara berkat objek wisata komersial berkelas dunia.
Dominasi Pulau Jawa berlanjut dengan masuknya DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Banten dalam daftar tujuh besar provinsi dengan pendapatan pariwisata tertinggi di Indonesia.
Kelengkapan infrastruktur seperti akses transportasi, hotel, restoran, dan pusat perbelanjaan menjadi faktor pendukung kuat yang membuat Pulau Jawa unggul dalam menarik dan menahan belanja wisatawan.
Data Objek Wisata: Jawa Tengah Paling Banyak
Keunggulan Jawa Tengah juga terlihat dari jumlah objek daya tarik wisata alam komersial. Dari total 1.570 unit di Indonesia, Jawa Tengah memiliki 250 usaha wisata, terbanyak secara nasional. Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat dan Jawa Timur.
Tak hanya wisata alam, Jawa Tengah juga memimpin pada sektor wisata budaya komersial dengan 51 unit usaha, mengungguli DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Bali.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata di Jawa Tengah bersifat merata dan berkelanjutan, tidak bergantung pada satu destinasi unggulan saja.
Pakar: Kunci Jawa Tengah Ada pada Sistem Destinasi
Dewan Pakar GSN Bidang Pariwisata, Taufan Rahmadi, menilai keberhasilan Jawa Tengah berasal dari pendekatan pengelolaan pariwisata berbasis sistem.
“Pariwisata tidak cukup bertumpu pada ikon. Jawa Tengah membuktikan bahwa pengelolaan destinasi sebagai jaringan mampu menciptakan pendapatan besar dan stabil,” ujarnya.
Menurutnya, Jawa Tengah menerapkan model belanja wisata tersebar. Nilai belanja wisatawan mungkin tidak sebesar Bali per kunjungan, tetapi karena tersebar ke ratusan lokasi, akumulasi ekonominya jauh lebih kuat dan tahan terhadap guncangan.
Peluang Daerah Lain untuk Mengejar
Keberhasilan Jawa Tengah menjadi sinyal penting bagi daerah lain di Indonesia. Pengembangan pariwisata berbasis sebaran destinasi, didukung infrastruktur dan kebijakan yang konsisten, dinilai mampu meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
Dengan strategi tersebut, Jawa Tengah kini bukan hanya tujuan wisata, tetapi juga contoh sukses pengelolaan pariwisata daerah di Indonesia.

