INFOPBG.COM - Persaingan Championship Liga 2 musim 2025/2026 kian memanas setelah seluruh kontestan di Grup A dan Grup B sama-sama menyelesaikan 15 pertandingan. Peta persaingan papan atas hingga zona degradasi masih sangat dinamis, dengan selisih poin yang relatif tipis di beberapa posisi krusial.
Grup B: Barito Putera Kokoh, PSIS Masih di Zona Bahaya
Di Grup B, Barito Putera tampil dominan dengan memimpin klasemen sementara. Tim asal Kalimantan Selatan itu mengoleksi 35 poin dari 15 laga hasil 11 kemenangan, dua imbang, dan dua kekalahan.
Posisi kedua ditempati PSS Sleman dengan 33 poin, disusul Persipura Jayapura di peringkat ketiga dengan 32 poin. Ketiga tim tersebut menjadi kandidat kuat untuk melaju ke fase berikutnya.
Sementara itu, persaingan papan tengah diisi Tornado FC (26 poin), Persela Lamongan (25 poin), dan Deltras FC (24 poin) yang masih berpeluang mengganggu posisi tiga besar.
Di papan bawah, PSIS Semarang masih berada dalam tekanan. Laskar Mahesa Jenar menempati peringkat ke-9 dengan raihan 8 poin dari 15 pertandingan. PSIS hanya unggul dua angka dari Persipal Palu yang berada di dasar klasemen dengan 6 poin.
Dengan selisih poin yang tipis, setiap laga sisa akan menjadi penentu nasib PSIS untuk bertahan di kompetisi kasta kedua sepak bola nasional.
Grup A: Garudayaksa FC Pimpin, Sriwijaya FC Terpuruk
Sementara itu di Grup A, Garudayaksa FC berhasil menguasai puncak klasemen dengan torehan 29 poin. Mereka unggul tipis dari Sumsel United yang berada di posisi kedua dengan 27 poin.
Adhyaksa menempel ketat di peringkat ketiga dengan 26 poin, diikuti Persiraja Banda Aceh (23 poin) serta Persikad 1999 dan Bekasi City yang sama-sama mengoleksi 21 poin.
PSMS Medan berada di peringkat ketujuh dengan 20 poin, masih dalam posisi rawan jika gagal meraih hasil maksimal di laga berikutnya.
Situasi paling sulit dialami Sriwijaya FC. Klub legendaris asal Palembang tersebut terdampar di posisi juru kunci Grup A dengan hanya mengoleksi 2 poin dari 15 pertandingan, hasil tanpa satu pun kemenangan.
Persaingan Masih Terbuka
Dengan seluruh tim telah memainkan jumlah pertandingan yang sama, persaingan menuju fase selanjutnya maupun upaya menghindari degradasi dipastikan berlangsung sengit hingga laga terakhir.
Tim-tim papan bawah dituntut tampil konsisten, sementara tim papan atas tidak boleh lengah karena selisih poin yang masih memungkinkan perubahan posisi secara cepat.
Grup B: Barito Putera Kokoh, PSIS Masih di Zona Bahaya
Di Grup B, Barito Putera tampil dominan dengan memimpin klasemen sementara. Tim asal Kalimantan Selatan itu mengoleksi 35 poin dari 15 laga hasil 11 kemenangan, dua imbang, dan dua kekalahan.
Posisi kedua ditempati PSS Sleman dengan 33 poin, disusul Persipura Jayapura di peringkat ketiga dengan 32 poin. Ketiga tim tersebut menjadi kandidat kuat untuk melaju ke fase berikutnya.
Sementara itu, persaingan papan tengah diisi Tornado FC (26 poin), Persela Lamongan (25 poin), dan Deltras FC (24 poin) yang masih berpeluang mengganggu posisi tiga besar.
Di papan bawah, PSIS Semarang masih berada dalam tekanan. Laskar Mahesa Jenar menempati peringkat ke-9 dengan raihan 8 poin dari 15 pertandingan. PSIS hanya unggul dua angka dari Persipal Palu yang berada di dasar klasemen dengan 6 poin.
Dengan selisih poin yang tipis, setiap laga sisa akan menjadi penentu nasib PSIS untuk bertahan di kompetisi kasta kedua sepak bola nasional.
Grup A: Garudayaksa FC Pimpin, Sriwijaya FC Terpuruk
Sementara itu di Grup A, Garudayaksa FC berhasil menguasai puncak klasemen dengan torehan 29 poin. Mereka unggul tipis dari Sumsel United yang berada di posisi kedua dengan 27 poin.
Adhyaksa menempel ketat di peringkat ketiga dengan 26 poin, diikuti Persiraja Banda Aceh (23 poin) serta Persikad 1999 dan Bekasi City yang sama-sama mengoleksi 21 poin.
PSMS Medan berada di peringkat ketujuh dengan 20 poin, masih dalam posisi rawan jika gagal meraih hasil maksimal di laga berikutnya.
Situasi paling sulit dialami Sriwijaya FC. Klub legendaris asal Palembang tersebut terdampar di posisi juru kunci Grup A dengan hanya mengoleksi 2 poin dari 15 pertandingan, hasil tanpa satu pun kemenangan.
Persaingan Masih Terbuka
Dengan seluruh tim telah memainkan jumlah pertandingan yang sama, persaingan menuju fase selanjutnya maupun upaya menghindari degradasi dipastikan berlangsung sengit hingga laga terakhir.
Tim-tim papan bawah dituntut tampil konsisten, sementara tim papan atas tidak boleh lengah karena selisih poin yang masih memungkinkan perubahan posisi secara cepat.


