INFOPBG.COM, Ketegangan geopolitik yang selama ini membara akhirnya berubah menjadi konfrontasi militer terbuka. Pada Jumat (28/2/2026), ibu kota Iran, Teheran, dilaporkan menjadi target serangan udara besar-besaran yang dilancarkan oleh kekuatan militer Israel dan Amerika Serikat.
Serangan tersebut menandai eskalasi serius dalam konflik kawasan yang sebelumnya dipenuhi ancaman dan peringatan diplomatik. Ledakan terdengar di sejumlah titik strategis, memicu kepanikan warga serta meningkatkan kewaspadaan militer Iran ke level tertinggi.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, kembali menegaskan prinsip negaranya dalam pernyataan tegas yang disampaikan beberapa waktu lalu:
“Kami tidak pernah mencari perang, dan kami tidak pernah memulai perang. Tetapi jika ada yang memulai perang terhadap kami, mereka akan menyesal dan kami yang akan menentukan akhir dari perang tersebut.”
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap defensif namun penuh peringatan keras. Iran menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan konflik terbuka, tetapi siap merespons setiap bentuk agresi.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa militer Iran telah menyiapkan langkah balasan strategis sebagai respons atas serangan ini. Meski detail operasi belum diungkap ke publik, ketegangan di kawasan Timur Tengah kini berada pada titik paling rawan dalam beberapa tahun terakhir.
Situasi ini menjadi perhatian dunia internasional. Banyak pihak khawatir eskalasi lanjutan dapat memicu konflik yang lebih luas, bahkan berpotensi menyeret negara-negara lain ke dalam pusaran perang.
Perkembangan selanjutnya akan sangat menentukan arah stabilitas kawasan apakah diplomasi masih memiliki ruang, atau justru babak baru konflik berskala besar tak terhindarkan.
Serangan tersebut menandai eskalasi serius dalam konflik kawasan yang sebelumnya dipenuhi ancaman dan peringatan diplomatik. Ledakan terdengar di sejumlah titik strategis, memicu kepanikan warga serta meningkatkan kewaspadaan militer Iran ke level tertinggi.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, kembali menegaskan prinsip negaranya dalam pernyataan tegas yang disampaikan beberapa waktu lalu:
“Kami tidak pernah mencari perang, dan kami tidak pernah memulai perang. Tetapi jika ada yang memulai perang terhadap kami, mereka akan menyesal dan kami yang akan menentukan akhir dari perang tersebut.”
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap defensif namun penuh peringatan keras. Iran menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan konflik terbuka, tetapi siap merespons setiap bentuk agresi.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa militer Iran telah menyiapkan langkah balasan strategis sebagai respons atas serangan ini. Meski detail operasi belum diungkap ke publik, ketegangan di kawasan Timur Tengah kini berada pada titik paling rawan dalam beberapa tahun terakhir.
Situasi ini menjadi perhatian dunia internasional. Banyak pihak khawatir eskalasi lanjutan dapat memicu konflik yang lebih luas, bahkan berpotensi menyeret negara-negara lain ke dalam pusaran perang.
Perkembangan selanjutnya akan sangat menentukan arah stabilitas kawasan apakah diplomasi masih memiliki ruang, atau justru babak baru konflik berskala besar tak terhindarkan.

