google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E
Komite Disiplin PSSI Jawa Tengah Jatuhkan Sanksi Tegas kepada Wasit dan Pemain PSIR Rembang google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E -->

Menu Atas

Advertisement

Link Banner

Peta Covid

Komite Disiplin PSSI Jawa Tengah Jatuhkan Sanksi Tegas kepada Wasit dan Pemain PSIR Rembang

Kamis, 22 Januari 2026


INFOPBGSPORTS - Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Tengah resmi menjatuhkan sanksi berat kepada seorang wasit dan pemain sepak bola setelah melalui sidang yang digelar pada Kamis malam. Keputusan ini tertuang dalam draft Surat Keputusan (SK) hasil sidang Komdis sebagai bentuk penegakan disiplin dan integritas sepak bola di wilayah Jawa Tengah.

Dalam keputusan tersebut, wasit Nur Yasin asal Kudus dijatuhi hukuman larangan memimpin pertandingan selama satu tahun di seluruh kompetisi yang berada di bawah naungan PSSI. Sanksi ini diberikan karena yang bersangkutan dinilai melakukan kesalahan dan kelalaian serius saat menjalankan tugasnya sebagai pengadil lapangan.

Sementara itu, penjaga gawang PSIR Rembang, Raihan Alfariq, menerima hukuman paling berat berupa larangan bermain seumur hidup di lingkungan PSSI. Sanksi tersebut menjadikannya tidak lagi diperbolehkan terlibat dalam aktivitas sepak bola resmi yang berada di bawah organisasi PSSI, baik sebagai pemain maupun dalam kapasitas lainnya.

Bentuk Ketegasan PSSI Jateng

Keputusan tegas Komite Disiplin PSSI Jawa Tengah ini dipandang sebagai langkah nyata dalam menjaga marwah dan profesionalisme sepak bola daerah. Hukuman berat yang dijatuhkan menunjukkan bahwa pelanggaran serius, baik yang dilakukan oleh wasit maupun pemain, tidak akan ditoleransi.

Penegakan disiplin ini diharapkan dapat menjadi efek jera serta pembelajaran bagi seluruh insan sepak bola, khususnya wasit dan pemain, agar selalu menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam setiap pertandingan.

Harapan Jadi Contoh Nasional

Putusan Komdis PSSI Jawa Tengah tersebut juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi PSSI provinsi lain di Indonesia dalam menangani pelanggaran yang mencederai nilai fair play. Ketegasan dan transparansi dalam menjatuhkan sanksi dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan kompetisi sepak bola nasional, khususnya di level daerah.

Dengan adanya keputusan ini, PSSI Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki kualitas kompetisi serta memastikan setiap pertandingan berlangsung secara adil, profesional, dan berintegritas.