Bupati Fahmi menilai situasi tersebut sebagai persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius dari seluruh pemangku kepentingan.
“Ini menjadi problem yang luar biasa dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Harus dicari solusi terbaik untuk mengatasinya,” ujar Fahmi.
Ia menjelaskan, jumlah tersebut setara dengan sekitar 15–16 persen dari total penduduk Kabupaten Purbalingga atau kurang lebih 160 ribu jiwa yang masuk dalam kategori Desil 1. Kelompok ini merupakan lapisan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.
Menurut Fahmi, masyarakat dalam kategori Desil 1 menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, pendapatan yang tidak menentu, hingga minimnya akses terhadap pekerjaan tetap. Oleh karena itu, kelompok ini menjadi prioritas utama dalam program bantuan sosial pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH).
“Kelompok Desil 1 adalah masyarakat yang sangat rentan secara ekonomi dan membutuhkan intervensi kebijakan yang tepat sasaran,” jelasnya.
Selain persoalan kemiskinan ekstrem, Bupati Fahmi juga menyoroti sejumlah tantangan lain yang dihadapi Kabupaten Purbalingga, di antaranya keterbatasan lapangan pekerjaan, pertumbuhan ekonomi yang belum optimal, serta penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia menegaskan, berbagai permasalahan tersebut harus direspons dengan langkah konkret dan kolaboratif agar perekonomian daerah dapat meningkat dan kesejahteraan masyarakat bisa naik kelas.
“Masalah-masalah ini harus dicarikan jalan keluar bersama. Bagaimana ekonomi Purbalingga bisa maju dan masyarakatnya lebih sejahtera,” tegasnya.
Bupati Fahmi juga mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk bekerja lebih serius dan berorientasi pada solusi nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Ia meyakini setiap kebijakan dan upaya yang dijalankan dengan niat tulus untuk kepentingan rakyat akan membawa keberkahan.
sumber https://radarbanyumas.disway.id/purbalingga/read/149057/50-ribu-lebih-kk-di-purbalingga-masuk-kategori-sangat-miskin

