google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E
BIGMAN Alias “Buto”, Kiprah Terbaru Wahyu Wijiastanto, Pamit Usai Antar Persibangga Juara Liga 4 Jateng google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E -->

Menu Atas

Advertisement

Link Banner

Peta Covid

BIGMAN Alias “Buto”, Kiprah Terbaru Wahyu Wijiastanto, Pamit Usai Antar Persibangga Juara Liga 4 Jateng

Selasa, 24 Februari 2026


INFOPBG.COM, Purbalingga - Sosok Wahyu Wijiastanto kembali menjadi sorotan publik sepak bola Jawa Tengah. Mantan kapten Timnas Indonesia itu menutup babak terbarunya bersama Persibangga Purbalingga dengan capaian manis: membawa tim berjuluk Laskar Jenderal Soedirman meraih gelar juara Liga 4 Jawa Tengah musim ini.

Keputusan Wahyu untuk pamit datang tak lama setelah keberhasilan tersebut. Ia menyatakan mundur dengan kepala tegak, meninggalkan fondasi tim yang dinilai lebih solid dan kompetitif dibanding sebelumnya.

Dari Karanganyar ke Panggung Nasional

Lahir di Karanganyar, 31 Mei 1986, Wahyu tidak langsung meniti karier sebagai pesepak bola sejak kecil. Ia sempat menekuni bulu tangkis dan bola voli sebelum akhirnya fokus ke sepak bola saat bergabung dengan Diklat Salatiga dan tim muda Persijap Jepara.

Karier profesionalnya dimulai bersama Persijap (2005-2006), lalu berlanjut ke Persis Solo (2006-2009), di mana jiwa kepemimpinannya mulai terlihat. Puncak performanya hadir saat membela Persiba Bantul (2009-2012), ketika ia sukses mengantar klub menjuarai Divisi Utama 2010-2011 sekaligus meraih penghargaan Pemain Terbaik musim tersebut.

Setelah itu, ia memperkuat Semen Padang, Kalteng Putra, Persip Pekalongan, hingga menutup karier bermainnya di PSISa Salatiga pada 2022.

Pengalaman Timnas dan Mental Kepemimpinan

Di level internasional, Wahyu pernah memperkuat Timnas Indonesia U-23 dan senior. Ia bahkan dipercaya mengenakan ban kapten pada periode 2012-2013, di tengah dinamika dualisme kompetisi nasional. Pengalaman itu membentuk karakter kepemimpinannya tegas di lapangan, namun tetap tenang dalam tekanan.

Julukan “Buto” yang melekat sejak masa pendidikan sepak bola menjadi representasi gaya bermainnya: bertubuh besar, dominan dalam duel udara, dan berani mengambil tanggung jawab.

Babak Baru di Persibangga: Juara dan Pamit

Usai gantung sepatu, Wahyu tak sepenuhnya meninggalkan sepak bola. Ia terlibat dalam manajemen dan pembinaan, hingga akhirnya berperan penting dalam perjalanan Persibangga di kompetisi Liga 4 Jawa Tengah.

Musim ini menjadi momentum kebangkitan Persibangga. Dengan pengalaman dan kedisiplinan yang ia tanamkan, tim tampil konsisten hingga memastikan diri sebagai juara tingkat provinsi. Gelar tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Persibangga siap bersaing di level yang lebih tinggi.

Namun, di tengah euforia kemenangan, Wahyu menyatakan pamit. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa keputusannya diambil demi memberi ruang regenerasi dan memastikan klub terus berkembang secara profesional.

“Target membawa Persibangga juara sudah tercapai. Saya percaya tim ini punya masa depan cerah,” ujarnya.


Warisan Seorang “Buto”

Karier Wahyu Wijiastanto merepresentasikan perjalanan panjang dari pemain, kapten tim nasional, hingga figur pembina di level daerah. Ia bukan hanya meninggalkan jejak trofi, tetapi juga mentalitas juara dan kultur disiplin.

Keberhasilannya membawa Persibangga menjuarai Liga 4 Jawa Tengah menjadi penutup manis dalam fase terbarunya di dunia sepak bola. Dan seperti julukannya, “Buto”, Wahyu kembali menunjukkan bahwa sosok besar bukan hanya tentang postur, tetapi juga tentang pengaruh dan keteladanan.