google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E
Matthew Baker Ukir Sejarah pada Debut Bersama Timnas Indonesia Senior google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E -->

Menu Atas

Advertisement

Link Banner

Peta Covid

Matthew Baker Ukir Sejarah pada Debut Bersama Timnas Indonesia Senior

Sabtu, 06 Juni 2026


INFOPBGSPORTS - Laga FIFA Matchday antara Timnas Indonesia dan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (5/6/2026), menjadi malam yang tak akan dilupakan oleh Matthew Baker. Bek muda yang saat ini berkarier bersama Melbourne City itu akhirnya mencatatkan penampilan perdananya bersama skuad Garuda senior sekaligus menorehkan rekor baru dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Baker dipercaya masuk pada babak kedua ketika Indonesia berhasil mengalahkan Oman dengan skor meyakinkan 3-0. Tiga gol kemenangan Garuda dicetak oleh Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen.

Penampilan singkat tersebut memiliki arti besar bagi pemain berusia 17 tahun itu. Baker resmi menjadi pemain termuda yang pernah tampil untuk Timnas Indonesia senior dengan usia 17 tahun 29 hari. Ia memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Arkhan Kaka, yang menjalani debut senior pada usia 17 tahun 3 bulan 7 hari.

Meski belum bermain penuh, nama Matthew Baker kini telah tercatat dalam buku sejarah Timnas Indonesia. Debut tersebut menjadi bukti perkembangan pesat pemain yang sebelumnya tampil di kelompok usia muda dan kini mulai mendapat kepercayaan di level tertinggi.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menjelaskan bahwa pemanggilan Baker merupakan bagian dari program jangka panjang untuk mempercepat perkembangan talenta muda Indonesia.

Menurut Herdman, Baker menunjukkan kualitas teknis yang menjanjikan selama mengikuti pemusatan latihan. Ia meyakini pengalaman bersama tim senior akan membantu pemain muda berkembang lebih cepat dan siap menghadapi tantangan di level profesional yang lebih tinggi.

Pelatih asal Inggris itu juga menilai bahwa semakin dini seorang pemain merasakan atmosfer tim nasional senior, semakin besar peluangnya untuk meningkatkan kualitas permainan dan kariernya di masa depan.

Momen paling emosional bagi Baker justru terjadi setelah pertandingan berakhir. Saat seluruh pemain dan puluhan ribu suporter menyanyikan lagu "Tanah Airku", bek muda tersebut terlihat meneteskan air mata di tengah lapangan.

Beberapa pemain senior seperti Maarten Paes, Sandy Walsh, Yakob Sayuri, dan Ivar Jenner langsung menghampirinya untuk memberikan pelukan dan dukungan.

Baker mengaku masih sulit mempercayai bahwa impiannya menjalani debut bersama Timnas Indonesia senior akhirnya terwujud. Ia menyebut suasana yang dirasakan saat masuk ke lapangan sebagai pengalaman yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Pemain berdarah Indonesia-Australia itu juga terkesan dengan kualitas yang dimiliki skuad Garuda. Dalam waktu singkat bersama tim senior, ia merasa mendapatkan banyak pelajaran berharga dari para pemain yang lebih berpengalaman.

"Saya sangat bahagia. Semua emosi keluar saat kami menyanyikan Tanah Airku," ungkap Baker usai pertandingan.

Saat ditanya mengenai penampilan perdananya, Baker mengatakan dirinya hanya berusaha fokus menjalankan instruksi pelatih dan melakukan aksi pertama dengan baik. Setelah itu, rasa percaya dirinya perlahan tumbuh sepanjang pertandingan.

Di luar lapangan, Baker mengaku banyak mendapat bantuan dari Kevin Diks. Bek yang berkarier di kompetisi Eropa tersebut disebut aktif memberikan arahan dan dukungan selama pemusatan latihan berlangsung.

Menurut Baker, Kevin Diks merupakan sosok panutan yang selalu terbuka membantu pemain muda. Berbagai masukan yang diberikan membuat proses adaptasinya bersama tim senior berjalan lebih mudah.

Kebahagiaan atas debut bersejarah itu juga dirasakan oleh sang ayah, David Baker, yang menyaksikan langsung pertandingan dari tribune stadion. Ia mengaku sangat bangga melihat putranya mendapat kesempatan membela Timnas Indonesia di level senior.

Meski sempat merasakan sedikit ketegangan, David mengaku selalu percaya bahwa Matthew mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Baginya, sepak bola memang penuh kejutan, tetapi kerja keras dan persiapan yang matang menjadi modal utama bagi putranya.

David berharap penampilan perdana tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang Matthew Baker bersama Timnas Indonesia. Ia ingin sang anak terus berkembang, belajar, dan menikmati setiap proses yang dijalani.

Baginya, kebahagiaan Matthew saat mengenakan seragam Merah Putih jauh lebih penting daripada rekor ataupun sorotan publik. Selama terus bekerja keras dan mencintai permainan yang dijalaninya, peluang untuk meraih karier yang sukses akan selalu terbuka di masa depan.