google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E
Setelah 18 Tahun, Slank Kembali Guncang Purwokerto Lewat Hey Slank Tour google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E -->

Menu Atas

Advertisement

Link Banner

Peta Covid

Setelah 18 Tahun, Slank Kembali Guncang Purwokerto Lewat Hey Slank Tour

Senin, 31 Agustus 2026


INFOPBG COM, PURWOKERTO – Kerinduan Slankers di Purwokerto akhirnya terbayar. Setelah sekitar 18 tahun absen dari panggung di kota ini, kembali hadir menyapa penggemarnya dalam konser di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (30/8/2026).

Kehadiran Slank menjadi magnet utama dalam Konser Berani Kita Beda Tour HS Hey Slank. Pertunjukan tersebut merupakan titik ke-9 dalam rangkaian Hey Slank Tour HS yang sekaligus digelar untuk memperingati tiga tahun perjalanan Rokok HS.

Bukan cuma Slank yang tampil. Konser di Purwokerto juga diramaikan sederet musisi dari berbagai kota. Ada Polkadots yang mewakili Purwokerto, FSTVLST, Karnamereka dan Afterskema dari Yogyakarta, Preman Disco dari Bandung, hingga Souljah dari Jakarta.

Deretan penampil tersebut membuat panggung Hey Slank Tour HS terasa seperti pertemuan lintas generasi dan komunitas musik. Penonton tidak hanya disuguhkan penampilan band utama, tetapi juga berbagai warna musik dari sejumlah daerah.
18 Tahun Berlalu, Bimbim Masih Ingat Momen Terakhir

Bagi Slank, konser di Purwokerto bukan sekadar agenda tur. Ada cerita personal yang membuat kembalinya mereka terasa istimewa.

Drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi atau yang akrab disapa Bimbim, mengaku masih mengingat kapan terakhir kali Slank tampil di Purwokerto.

Saat itu, putrinya, Tallulah Alami, masih berusia dua tahun. Kini, sang putri telah berusia 20 tahun.

Rentang waktu tersebut membuat Bimbim menyadari betapa panjang jeda Slank sebelum akhirnya kembali menginjakkan kaki di Purwokerto.

“Jadi sudah 18 tahun nggak manggung di Purwokerto,” kata Bimbim saat jumpa pers sebelum konser, Minggu (30/8/2026).

Kembalinya Slank pun menjadi momen nostalgia bagi penggemar yang telah mengikuti perjalanan band tersebut selama bertahun-tahun. Bagi generasi yang lebih muda, konser ini sekaligus menjadi kesempatan menikmati langsung aksi salah satu band rock paling dikenal di Indonesia.
Kaka Apresiasi Perjalanan Tiga Tahun HS

Tak hanya berbicara mengenai musik, vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji alias Kaka, turut menyoroti perjalanan HS yang telah memasuki tahun ketiga.

Kaka menilai perkembangan HS tidak terlepas dari berbagai inovasi yang dilakukan oleh pemiliknya, Muhammad Suryo.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak positif yang lebih luas kepada masyarakat.

“Jadi wajar aja kalau tiga tahun HS bisa seperti ini. Banyak orang yang sudah terekrut, semoga Pak Haji Suryo selalu sehat badan dan pikirannya, jadi semakin banyak yang merasakan manfaatnya,” ujar Kaka.

Ia berharap perjalanan HS ke depan tidak berhenti pada perkembangan bisnis semata. Semakin banyak lapangan pekerjaan dan kegiatan yang melibatkan masyarakat dinilai dapat memperluas manfaat yang dirasakan publik.
Hey Slank Tour Tak Cuma Soal Musik

Konser di Purwokerto juga membawa misi lain di luar panggung hiburan. Kehadiran Hey Slank Tour HS turut memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk mereka di sekitar lokasi acara.

Konsep tersebut membuat konser tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya penikmat musik, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Komunitas penggemar Slank melalui Slankerspreneur turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Wadah ini menjadi ruang bagi Slankers yang memiliki ketertarikan terhadap dunia usaha untuk mengembangkan aktivitas ekonominya.

Basis Slank, Ivan Kurniawan alias Ivanka, menjelaskan Slankerspreneur dibentuk sebagai wadah bagi penggemar Slank yang juga memiliki semangat berwirausaha.

Dengan konsep tersebut, Hey Slank Tour HS mencoba menggabungkan tiga hal sekaligus: musik, komunitas, dan pemberdayaan ekonomi.

Bagi Purwokerto, kembalinya Slank setelah 18 tahun bukan hanya menghadirkan nostalgia. Konser tersebut juga menjadi momentum bertemunya musisi, penggemar, komunitas, dan pelaku UMKM dalam satu ruang yang sama.