INFOPBG.COM, PURBALINGGA - Pemerintah Kabupaten Purbalingga resmi memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor hingga 20 Februari 2026. Kebijakan ini diambil karena potensi hujan lebat masih tinggi dan berisiko memicu bencana susulan di sejumlah wilayah terdampak.
Keputusan tersebut ditetapkan Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, setelah dilakukan evaluasi penanganan bencana bersama tim terkait. Perpanjangan berlaku selama 14 hari, terhitung mulai 7 hingga 20 Februari 2026.
Dalam keterangannya, pemerintah daerah menilai kebutuhan bantuan dan proses pemulihan di lapangan masih cukup besar. Selain itu, kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan lebat menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengambilan kebijakan tersebut.
Evaluasi Lapangan Jadi Dasar Keputusan
Perpanjangan status tanggap darurat juga mengacu pada rekomendasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah. Pemerintah menilai ancaman bencana hidrometeorologi belum sepenuhnya berakhir sehingga langkah antisipasi perlu diperkuat.
Selama masa tanggap darurat berlangsung, pemerintah daerah masih dapat mengakses dukungan anggaran darurat serta bantuan dari pemerintah pusat untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan wilayah terdampak.
Fokus Pemulihan Infrastruktur dan Bantuan Warga
Pemerintah Kabupaten Purbalingga juga terus memprioritaskan pemulihan infrastruktur vital serta akses wilayah yang sebelumnya terdampak banjir dan longsor. Sejumlah jalur penghubung yang sempat terisolasi kini mulai kembali terbuka secara bertahap.
Selain itu, bantuan bagi warga terdampak, termasuk dukungan perbaikan rumah dan kebutuhan dasar pengungsi, masih terus disalurkan selama masa tanggap darurat berlangsung.
Dampak Bencana di Sejumlah Desa
Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi sebelumnya berdampak pada ratusan warga di beberapa desa, menyebabkan kerusakan rumah serta memaksa sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi, mengingat potensi bencana susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

