google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E
Modus Baru Mafia Rental Motor di Purbalingga: Pakai KTP Palsu, GPS Dilepas google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E -->

Menu Atas

Advertisement

Link Banner

Peta Covid

Modus Baru Mafia Rental Motor di Purbalingga: Pakai KTP Palsu, GPS Dilepas

Sabtu, 28 Maret 2026


INFOPBG.COM, PURBALINGGA - Kasus penggelapan sepeda motor milik usaha rental kembali terjadi. Seorang pemilik rental di Purbalingga melaporkan kendaraannya hilang setelah disewa oleh seseorang yang diduga menggunakan identitas palsu.

Peristiwa ini mulai terungkap saat pemilik mencoba melacak posisi motor melalui GPS. Sinyal terakhir sempat terdeteksi di wilayah Desa Bokol, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada Senin (9/3/2026) dini hari.

Dari keterangan yang diperoleh, pelaku awalnya datang sebagai penyewa biasa dengan menunjukkan KTP. Namun setelah motor dibawa, identitas tersebut belakangan diketahui tidak valid atau palsu.

Yang mencurigakan, perangkat GPS pada motor ditemukan sudah dilepas dan dibuang di sekitar Desa Bokol. Sebelum akhirnya hilang sinyal, GPS tersebut masih aktif hingga pukul 01.33 WIB, lalu benar-benar tidak terdeteksi lagi sekitar pukul 09.08 WIB di hari yang sama.

“Awalnya sewa seperti biasa, pakai KTP. Tapi ternyata palsu. Setelah itu motor dibawa kabur, GPS-nya malah ditemukan sudah dibuang,” ungkap pemilik rental.

Saat ini, korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Ia juga berharap bantuan dari masyarakat, khususnya warga Purbalingga dan sekitarnya, untuk ikut mengawasi apabila menemukan kendaraan yang mencurigakan.

Bagi yang memiliki informasi terkait keberadaan motor tersebut, bisa menghubungi nomor 083191770062 atau mengirim pesan langsung.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pelaku usaha rental kendaraan agar lebih waspada. Pemeriksaan identitas penyewa perlu dilakukan lebih teliti, seperti mencocokkan data dengan wajah asli, meminta verifikasi tambahan, hingga memastikan sistem keamanan kendaraan tidak mudah dilepas.

Diharapkan pihak berwenang segera menindaklanjuti laporan ini agar kasus serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.