google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E
Lansia Asal Purbalingga Ditemukan Meninggal di Sungai Unyi, Sempat Hilang Sepekan google-site-verification=YyoQycYeX1oqBXs24tjZgisdL-bsneSSAuvFyVbld3E -->

Menu Atas

Advertisement

Link Banner

Peta Covid

Lansia Asal Purbalingga Ditemukan Meninggal di Sungai Unyi, Sempat Hilang Sepekan

Selasa, 24 Maret 2026


INFOPBG.COM, PURBALINGGA - Seorang pria lanjut usia bernama Sumiarjo (75), warga Desa Galuh, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Unyi, Desa Brobot, pada Selasa pagi (24/3/2026).

Korban sebelumnya dilaporkan hilang selama kurang lebih satu minggu sebelum akhirnya ditemukan oleh warga di sekitar lokasi sungai.

Penemuan jasad pertama kali diketahui oleh seorang warga yang sedang mencari kelapa di sekitar area tersebut. Kecurigaan muncul saat saksi melihat banyak lalat berkerumun di salah satu titik aliran sungai.

Kapolsek Bojongsari, Muslimun, menjelaskan bahwa saksi kemudian mendekat untuk memastikan dan mendapati sesosok pria dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

“Awalnya saksi melihat banyak lalat berkerumun, lalu dicek dan ternyata ada seseorang yang sudah meninggal dunia,” jelasnya dalam keterangan resmi.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Inafis dari Polres setempat.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, korban diketahui telah meninggalkan rumah sejak 17 Maret 2026. Saat itu, korban disebut pergi tanpa mengenakan pakaian lengkap, hanya menggunakan sarung.

Keluarga juga menyebut bahwa korban mengalami kondisi pikun, sehingga diduga berjalan tanpa arah hingga akhirnya tidak diketahui keberadaannya.

Setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh petugas medis dari Puskesmas Bojongsari, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan.

Pihak keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan memutuskan untuk tidak melakukan autopsi. Mereka juga telah membuat pernyataan resmi terkait penolakan tersebut.

Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.