INFOPBG.COM, PURBALINGGA - Keberadaan batuan yang dikenal warga sebagai Iger Karem di Desa Karangjambu, Kecamatan Karangjambu, mulai mendapat perhatian serius dari tim ahli. Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X melakukan kajian lapangan pada Selasa (10/2/2026) untuk menelusuri potensi nilai sejarah dari susunan batu tersebut.
Kunjungan tim BPK dilakukan atas permintaan Dindikbud Kabupaten Purbalingga setelah muncul laporan masyarakat yang berharap temuan tersebut dapat diteliti secara ilmiah. Temuan batu dengan susunan yang dinilai tidak biasa memicu rasa penasaran warga setempat.
Staf Bidang Kebudayaan Dindikbud Purbalingga, Anita Ika Cahyani, menjelaskan bahwa permintaan kajian berawal dari laporan masyarakat yang menemukan formasi batuan yang dinilai berbeda dari kondisi alam sekitar.
Menurutnya, dalam proses observasi awal, tim BPK menerjunkan tiga tenaga ahli lintas disiplin, yaitu arkeolog, geolog, dan fisikawan. Dari daerah, pendampingan juga dilakukan oleh Tim Ahli Cagar Budaya Purbalingga yang terdiri dari dua arkeolog dan satu arsitek.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah sampel batu dan tanah telah diambil untuk penelitian lanjutan di laboratorium. Pihak Dindikbud menegaskan bahwa proses penentuan status sejarah atau budaya membutuhkan waktu dan kajian mendalam.
Selain itu, Dindikbud juga menyoroti mekanisme pelaporan temuan yang belum sesuai prosedur. Temuan tersebut diketahui telah lama ditemukan warga, namun informasi justru lebih dulu beredar melalui media sosial sebelum dilaporkan secara resmi ke pemerintah daerah.
Padahal, sesuai mekanisme, laporan temuan benda yang diduga memiliki nilai sejarah seharusnya disampaikan terlebih dahulu ke pemerintah kabupaten sebelum diteruskan ke tingkat provinsi.
Sementara itu, anggota TACB Purbalingga, Resti Wulandari, menyampaikan bahwa secara visual susunan batu memang terlihat memiliki pola tertentu. Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan sebagai struktur bangunan kuno atau cagar budaya.
Ia menambahkan, diperlukan penelitian lanjutan untuk mencari indikasi jejak aktivitas manusia di masa lampau, termasuk kemungkinan keterkaitan sejarah kawasan tersebut.

