INFOPBG.COM, PURBALINGGA - Persibangga Purbalingga melakukan perubahan penting di kursi pelatih menjelang laga hidup-mati pada babak 64 besar Liga 4 Nasional 2025/2026. Agus Riyanto resmi mengundurkan diri dari jabatan pelatih kepala setelah hasil kurang memuaskan yang diraih tim dalam pertandingan melawan Wahana FC Pekanbaru pada Selasa (2/6/2026).
Manajer Persibangga, Uut Triyas Yuniar, mengungkapkan bahwa surat pengunduran diri Agus Riyanto diterima dan disetujui pada Rabu (3/6/2026) siang sekitar pukul 14.30 WIB.
"Per hari ini, Agus Riyanto resmi mengundurkan diri sebagai pelatih kepala Persibangga," ujar Uut.
Tak ingin posisi pelatih kosong menjelang laga krusial, manajemen bergerak cepat mencari sosok yang dinilai memiliki pengalaman dan pemahaman sepak bola modern. Pilihan akhirnya jatuh kepada Muhammad Irfan, pelatih berlisensi AFC A yang juga dikenal sebagai akademisi di Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Muhammad Irfan Siap Angkat Performa Persibangga
Muhammad Irfan bukan nama asing di dunia sepak bola nasional. Semasa menjadi pemain, ia pernah memperkuat sejumlah klub besar seperti PSIS Semarang, PSIM Yogyakarta, Persijap Jepara, Persibo Bojonegoro, Barito Putera, PSS Sleman, hingga Persak Kebumen.
Karier kepelatihannya juga cukup panjang. Ia pernah menangani PSD Demak, Persak Kebumen, Persiku Kudus, dan Persekat Tegal sebelum dipercaya menukangi Persibangga.
Menurut Uut, komunikasi dengan Irfan berlangsung cepat dan positif. Manajemen optimistis kehadiran pelatih baru mampu memberikan energi serta strategi baru bagi tim dalam waktu singkat.
"Kami sudah menjelaskan kondisi dan kekuatan skuad yang ada. Harapannya, beliau bisa segera menyusun tim yang lebih solid untuk menghadapi pertandingan penentuan," katanya.
Fokus Bangun Mental Bertanding
Muhammad Irfan mengaku menerima tantangan melatih Persibangga dengan penuh antusias. Ia juga memberikan apresiasi kepada Agus Riyanto yang telah membangun fondasi tim selama ini.
"Saya berterima kasih kepada pelatih sebelumnya yang sudah membentuk tim dengan baik. Tadi siang saya bertemu manajer dan langsung merasa cocok dengan visi yang ingin dicapai Persibangga," ujar Irfan.
Ia menambahkan bahwa fokus utama dalam waktu yang sangat terbatas ini adalah memperkuat mentalitas pemain dan menerapkannya dalam permainan di lapangan.
"Saya tidak ingin banyak berjanji. Yang terpenting adalah bekerja maksimal dan berusaha membawa Persibangga mencapai target yang diharapkan masyarakat Purbalingga," katanya.
Persibangga Wajib Menang untuk Lolos 32 Besar
Pergantian pelatih terjadi di saat Persibangga menghadapi laga yang sangat menentukan. Laskar Jenderal Soedirman wajib meraih kemenangan saat menghadapi PPSP Padang Panjang pada pertandingan terakhir Grup D untuk menjaga peluang lolos ke babak 32 besar Liga 4 Nasional.
Saat ini Persibangga menempati posisi ketiga klasemen sementara Grup D dengan koleksi tiga poin hasil satu kemenangan dan satu kekalahan. Sementara PPSP berada di peringkat kedua dengan jumlah poin yang sama, namun unggul dalam selisih gol.
Kondisi tersebut membuat pertandingan antara Persibangga dan PPSP dipastikan berlangsung sengit. Tim yang mampu meraih kemenangan akan membuka peluang lebih besar untuk melangkah ke babak 32 besar dan menjaga asa bersaing di Liga 4 Nasional musim ini.

